Negara Miskin di UE Resmi Masuk Zona Euro Meski Diwarnai Pro Kontra

5 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Bulgaria resmi mencatatkan sejarah baru dalam perekonomiannya. Negara yang menyandang predikat sebagai negara termiskin di Uni Eropa ini sah menjadi anggota ke 21 zona Euro.

Langkah ini terbilang mengejutkan karena Bulgaria berhasil menyalip negara-negara tetangga yang secara ekonomi lebih makmur seperti Polandia, Republik Ceko, dan Hungaria dalam mengadopsi mata uang tunggal Eropa tersebut.

Bergabungnya Bulgaria ke zona Euro dianggap sebagai langkah final integrasi negara tersebut ke dalam ekosistem inti Eropa, setelah sebelumnya sukses bergabung dengan NATO, Uni Eropa, dan wilayah Schengen.

Harapan Baru dan Rasa Cemas

Bagi kelompok muda dan pelaku usaha di perkotaan, transisi dari mata uang Lev ke Euro dipandang sebagai peluang emas untuk menarik investasi dan mempermudah perdagangan internasional. Namun, sentimen berbeda datang dari wilayah pedesaan yang lebih konservatif.

"Saya tidak menginginkan Euro, dan saya tidak suka cara ini dipaksakan kepada kami," ujar Todor (50), seorang pemilik usaha kecil di Gabrovo (1/1/2026), melansir BBC.

Todor mencemaskan inflasi tinggi yang sempat menghantam usahanya akan semakin parah dengan pergantian mata uang ini. Sebaliknya, Ognian Enev (60), pemilik kedai teh di Sofia, justru menyambut baik.

"Ini hanya perubahan teknis. Orang Bulgaria sudah terbiasa melihat harga apartemen atau mobil dalam Euro. Bahkan 1,2 juta warga kita di luar negeri selama ini mengirim uang dalam Euro," ungkap Ognian.

Aturan Masa Transisi dan Kurs Tetap

Untuk memudahkan masyarakat, pemerintah Bulgaria telah menetapkan masa transisi yang ketat, per Januari 2026 Warga masih bisa membayar menggunakan Lev dan Euro, namun kembalian wajib diberikan dalam Euro.

Mulai 1 Februari 2026 Lev resmi ditarik dari peredaran dan tidak berlaku lagi sebagai alat pembayaran. Untungnya, 1 euro setara dengan sekitar dua lev (tepatnya 1,95583).

Guna meredam kekhawatiran masyarakat soal pedagang yang "nakal" menaikkan harga saat pembulatan, pemerintah telah membentuk lembaga pengawas konsumen yang ketat. Bahkan, di ibu kota Sofia, tarif transportasi umum justru diputuskan turun tipis sebagai bentuk penyesuaian yang menguntungkan warga.

Simbol Nasional di Koin Euro

Demi menjaga rasa kedaulatan bangsa, desain koin Euro Bulgaria tetap mengusung identitas lokal. Koin 1 Euro akan menampilkan gambar Santo Ivan dari Rila, sementara koin 2 Euro menampilkan tokoh kebangkitan nasional Paisius dari Hilendar. Untuk koin sen, gambar penunggang Madara yang ikonik dari abad ke-8 akan tetap dipertahankan.

Kini, tantangan besar menanti Bulgaria. Para analis melihat ada dua jalur yang mungkin ditempuh, "Model Baltik" yang sukses membawa kemakmuran lewat reformasi administrasi, atau "Model Italia" yang sempat terjebak dalam stagnasi ekonomi setelah bergabung.

"Saya khawatir kita akan lebih mirip Italia," pungkas Ognian menutup kekhawatirannya akan masa depan ekonomi negaranya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |