Miliarder Bill Ackman Donasi Rp 168 Juta ke Agen ICE, Picu Perdebatan soal Filantropi

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Amerika Serikat Bill Ackman kembali menjadi sorotan publik. Pendiri Pershing Square Capital Management itu menyumbangkan dana sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp 168,65 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.870) melalui platform GoFundMe untuk seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), Jonathan Ross, yang terlibat dalam insiden penembakan fatal terhadap demonstran anti ICE, Renee Nicole Good.

Nama Ackman tercatat sebagai donatur terbesar di laman penggalangan dana tersebut. Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, investor berusia 59 tahun itu mengonfirmasi langsung donasi tersebut melalui akun X miliknya.Ackman menyatakan sumbangan tersebut didasari keyakinannya terhadap prinsip hukum praduga tak bersalah. Ia menegaskan dukungannya diberikan selama proses hukum masih berjalan. Demikian dikutip dari nypost.com, Kamis (14/1/2026).

"Saya sangat percaya pada prinsip hukum kita bahwa seseorang tidak bersalah sampai terbukti bersalah,” tulis Ackman.

Ia juga menyebut sempat berniat menyumbang ke penggalangan dana untuk keluarga Renee Good, tetapi donasi tersebut telah ditutup saat ia mencoba berkontribusi. Penggalangan dana untuk keluarga Good, yang ditujukan membantu suami dan tiga anaknya, sebelumnya berhasil mengumpulkan lebih dari USD 1,5 juta atau Rp 25,2 miliar sebelum ditutup oleh penyelenggara.

Ackman menyebut insiden tersebut sebagai tragedi dari dua sisi. Menurut dia, baik aparat maupun demonstran sama-sama terjebak dalam situasi yang berkembang sangat cepat dan berujung fatal.

"Negara kita akan lebih kuat jika kita mampu bekerja sama menyelesaikan persoalan kompleks yang memecah belah,” ia menambahkan.

Menurut keterangan pihak federal, Renee Good tewas setelah diduga mencoba menggunakan kendaraannya sebagai senjata dan menabrak agen ICE saat operasi berlangsung di Minneapolis. Jonathan Ross kemudian melepaskan tembakan setelah sebelumnya terluka akibat insiden tersebut.

Penggalangan Dana

Sementara itu, penggalangan dana untuk Ross disebut akan digunakan untuk menanggung biaya hukum. Hingga kini, total donasi yang terkumpul telah melampaui USD 270.000 atau Rp 4,5 miliar, dan terus meningkat setelah Ackman mempromosikannya di media sosial.

Menariknya, penyelenggara penggalangan dana tersebut mengaku tidak memiliki hubungan pribadi dengan Ross. Mereka juga menyatakan akan mengembalikan seluruh donasi jika hingga 9 Maret tidak mendapatkan konfirmasi dari keluarga Rose

Dari sisi bisnis dan filantropi, donasi USD 10.000 tersebut terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan kekayaan bersih Bill Ackman yang diperkirakan mencapai US$9,3 miliar. Secara angka tersebut hanya sekitar 0,0001 persen dari total kekayaannya.Namun demikian, langkah Ackman menunjukkan bagaimana figur besar di dunia investasi tidak hanya memengaruhi pasar keuangan, tetapi juga opini publik.

Bill Ackman Bakal Jadi The Next Warren Buffett?

Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Warren Buffett, Berkshire Hathaway berkembang dari perusahaan tekstil kecil menjadi konglomerat bernilai triliunan dolar dengan berbagai anak usaha. Sejak Buffett mengambil alih pada 1965, saham Berkshire Hathaway mencatatkan rata-rata imbal hasil tahunan sebesar 20%. Hal ini membuat Buffett diakui sebagai salah satu investor paling sukses di Wall Street.

Miliarder Bill Ackman kini ingin meniru jejak Buffett melalui perusahaan Howard Hughes Holdings. Ia berencana menjadikan perusahaan ini sebagai versi modern dari Berkshire Hathaway dengan cara membeli saham mayoritas di bisnis-bisnis berkualitas. Saat ini, hedge fund miliknya, Pershing Square Capital Management, memiliki 46,9% saham di Howard Hughes Holdings.

Ackman masuk dalam jajaran 20 besar manajer hedge fund dengan keuntungan bersih tertinggi. Dalam lima tahun terakhir, kinerja Pershing Square melampaui indeks S&P 500 sebesar 28 poin persentase. Baru-baru ini, Ackman membeli saham Amazon dan Uber Technologies, yang masing-masing telah naik 160% dan 270% sejak Januari 2023.

Saham Amazon Jadi Incaran Bill Ackman

Melansir Yahoo Finance, Minggu (6/7/2025), Bill Ackman mulai membeli saham Amazon pada kuartal kedua 2024. Chief Investment Officer Pershing Square, Ryan Israel, menjelaskan bahwa mereka percaya Amazon dapat mengatasi perlambatan di divisi komputasi awan, Amazon Web Services (AWS), dan dampak tarif impor tidak akan berpengaruh signifikan pada bisnis ritelnya.

Wall Street memproyeksikan laba Amazon akan tumbuh sebesar 10% per tahun hingga 2026. Meskipun rasio harga terhadap laba (P/E ratio) saat ini sebesar 36 kali terlihat tinggi, Amazon masih memimpin pasar di sektor e-commerce dan komputasi awan. Selain itu, perusahaan ini juga dengan cepat meraih pangsa pasar dalam industri iklan digital, menjadikannya perusahaan ad tech terbesar ketiga.

Menurut riset dari Grand View Research, ketiga pasar utama yang digarap Amazon diperkirakan akan tumbuh pesat hingga akhir dekade ini.

Penjualan e-commerce diperkirakan tumbuh 11,6% per tahun, pengeluaran untuk ad tech naik 14,4% per tahun, dan pendapatan dari cloud computing meningkat 20,4% per tahun. Hal ini memberi Amazon peluang besar untuk pertumbuhan pendapatan dua digit hingga 2030.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |