Menkeu Purbaya Perdana Ikut Retret Kabinet Prabowo, Begini Kesannya

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa perdana ikut retret Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Dia memberikan gestur begitu antusias sepanjang acara dan terlihat di beberapa momen penting.

Momen Menkeu Purbaya mengikuti retret kabinet dibagikannya melalui akun Instagram resmi @menkeuri. Nampak Purbaya bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga ikut kegiatan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026), kemarin.

"Pertemuan ini merupakan momen untuk merefleksikan kembali kinerja Pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2025 sekaligus diskusi terhadap langkah pembangunan Indonesia ke depan," tulis Purbaya, seperti dikutip, Rabu (7/1/2026).

Ada sejumlah foto yang dibagikan Purbaya. Mulai dari gestur hormat dengan pose tegak sempurna menghadap Presiden Prabowo Subianto. Postur tingginya nampak jelas ketika berada diantara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pada foto lainnya dalam rangkain agenda yang sama, Purbaya terlihat serius mengarahkan pandangannya ke Kepala Negara yang tengah memberikan arahan.

Selain itu, ditampilkan pula Menkeu Purbaya yang menumpu wajahnya dengan jari telunjuk tangan kanannya sambil mengarahkan pandangannya kedepan. Purbaya terlihat semakin serius dalam gambar tersebut.

"Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras serta berbagai inisiatif yang telah diberikan selama ini, serta menekankan pentingnya untuk memahami strategi besar dan tujuan pembangunan agar pemerintah tanggap dalam membuat keputusan," tutur Menkeu Purbaya.

Prabowo dalam Retret Kabinet

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta anggota kabinetnya siap dan tak gentar apabila menerima fitnah serta ejekan. Prabowo meyakini apabila ada orang jahat yang mengejek, maka pemerintah sudah berada di jalan yang benar.

Dia menyebut fitnahan dan ejekan harus diterima sebagai kebanggaan. Prabowo meminta jajaran kabinetnya untuk terus membela kebenaran, meski kerap menerima ejekan dan fitnahan.

"Jadi kita siap, kalau kita dihantam, kita difitnah, kita diejek, terima itu sebagai kebanggaan. Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan dan membela kebenaran," kata Prabowo saat memberikan taklimat awal tahun di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Dia mengatakan pemerintah pasti menerima makian dan fitnahan karena banyak kekuatan. Belum lagi ada pihak-pihak yang nyaman berada di dunia penuh korupsi, penyelewengan, dan penipuan yang ingin kaya di atas penderitaan masyarakat kecil.

"Kita pasti dimaki, kita pasti difitnah karena banyak kekuatan, tidak hanya di negara kita, banyak kekuatan memang berada di pihak yang senang di alam penuh korupsi, penuh penyelewengan, penuh penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil," jelasnya.

Pemerintahan di Jalan yang Benar

Prabowo meminta jajaran menterinya tidak ragu-ragu apabila memliki niat bersih dan tidak mencuri uang rakyat. Dia meyakini pemerintahannya berada di jalan yang benar dalam memberantas kemiskinan dan menghilangkan kelaparan di Indonesia.

"Jangan ragu-ragu, saudara-saudara kita buktikan. Kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, kita tidak perlu sedikitpun gentar," tutur dia.

"Percaya kita berada di jalan yang benar, di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan," sambung Prabowo.

Puji Kinerja Anggota Kabinet

Prabowo Subianto memuji kinerja anggota Kabinet Merah Putih selama tahun 2025. Prabowo menilai para menteri, wakil menteri, hingga kepala badan telah bekerja dengan penuh inisiatif, pemahaman, dan keberanian dalam mengambil keputusan.

"Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif, dengan penuh pemahaman, keberanian karena saudara-saudara mengambil keputusan, mengambil inisiatif itu membutuhkan keberanian," kata Prabowo.

Tunggu Petunjuk Atasan

Menurut dia, setiap keputusan tak selalu harus menunggu petunjuk atasan. Prabowo menyebut pemimpin sejati harus memahami strategi besar dan memahami arahan atau instruksi pemimpin tertinggi.

"Pemimpin sebenarnya adalah mereka yang memahami strategi besar memahami tujuan, memahami direktif pemimpin sehingga yangdipahami adalah arah besar adalah petunjuk umum, bukan tiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan," tuturnya.

Prabowo menyampaikan terima kasih kepada para anggota kabinet yang telah membantunya menjalankan pemerintahan dan program-program. Mulai dari, menteri koordinator, menteri, kepala badan, wakil kepala badan, pejabat-pejabat, pimpinan lembaga tinggi, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, hingga Kepala BIN,

"Facts on the ground yang bisa diukur, bisa dipegang, bisa dilihat dengan demikian saya menyampaikan penghargaan kepada saudara-saudara sekalian," tutur dia.

"Tidak mungkin saya sebagai presiden bisa melaporkan hal ini kepada bangsa tanpa kerja keras saudara-saudara semuanya saudara-saudara, walaupun mungkin tidak terlalu sering saya kumpulkan," sambung Prabowo.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |