Menkeu Purbaya Pangkas Hambatan, Investor Asing Mulai Optimistis

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) bakal semakin gencar untuk menyelesaikan sederet hambatan dalam investasi di Indonesia. Langkah ini diakuinya telah disambut positif para investor asing.

Langkah tersebut dilakukannya dalam Kelompok Kerja II dalam Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah yang membahas soal debottlenecking investasi di Tanah Air.

"Debottlenecking yang mulai disidangkan walaupun baru satu kali kan, tapi saya disitu sudah bisa melihat nih, kira-kira problem yang dihadapi pebisnis apa sih. Nanti ke depan akan semakin sering tuh, sidangnya seminggu sekali kan, mulai minggu depan ya," ungkap Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Kamis (1/1/2026)

Dia mengakui kalau investor asing sudah mulai memandang positif prospek investasi di Indonesia. Baik dari calok investor maupun pengusaha yang sudah menanamkan modalnya di Indonesia.

"Ya rupanya asing juga udah melihat tuh kebijakan itu, mereka melihat dan kelihatan semakin optimis. Sudah banyak akan mengadukan dari luar negeri, Singapura dan negara-negara lain, yang pengusahaan yang punya investasi disini, beberapa sudah masuk kali," tuturnya.

Melalui cara itu, diharapkan iklim investasi nasional bisa semakin baik, meski belum bisa melompat secara drastis. Pada akhirnya, aspek ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen tercapai.

"Saya yakin kalau itu dijalankan dengan konsisten, klima investasi akan bergerak semakin baik. Saya mau bilang drastis berubah kan gak mungkin, harusnya semakin baik, semakin baik, semakin baik.Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu, kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya," jelas dia.

Akses Kredit Investor Dalam Negeri

Bendahara Negara ini melihat adanya dampak dari guyuran dana lebih dari Rp 200 triliun ke perbankan. Cara ini akan membuka akses kredit bagi pengusaha Tanah Air.

Dia melihat, sebelumnya bank tak bisa memberikan kredit ke perusahaan tekstil misalnya. Bukan karena tidak layak, tapi adanya keterbatasan likuiditas di perbankan.

"Ada kan perusahaan tekstil yang gak bisa dapat pinjaman dari bank, padahal semuanya siap dan pembelinya ada, agunannya ada, tapi dia gak bisa pinjam bank lagi, itu indikasi bahwa diperbankan, waktu itu ya, likuiditasnya belum cukup. Tapi ke depan kita betulin, yang tadi kita masukin lewat KUR, seharusnya sih sudah jalan ya, jadi kondisi ke depan akan berbeda," bebernya.

Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal memaksa ekonomi tumbuh 6 persen di 2026 ini. Beberapa hambatan investasi hingga sinkronisasi kebijakan menjadi upaya mendorong hal tersebut.

Dia memperkirakan, ekonomi RI tumbuh 5,2 persen di 2025. Sedangkan, pada 2026 dibidik mencapai 6 persen dengan sejumlah upaya yang akan dilakukannya.

"Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6 persen, seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya tidak terlalu sulit untuk dicapai. 2025 kita sekarang masih angka untuk triwulan keempat di atas 5,5 persen, full year-nya sekitar 5,2 persen," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Kamis (1/1/2026).

Sinkronisasi Kebijakan

Beberapa caranya dengan menggenjot belanja anggaran negara sejak awal tahun. Kemudian, sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia. Pada saat yang sama, Purbaya akan membenahi aturan-aturan yang bisa menghambat masuknya investasi.

Dengan berbagai cata tadi, Purbaya mengatakan ekonomi Indonesia bisa naik 6 persen. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan dalam APBN 2026 di 5,4 persen.

"Sekarang saya bisa ngomong dengan lebih yakin bahwa tahun depan 6 persen, walaupun di APBN 5,4 ya, saya akan paksa dorong ke 6 persen, dan probability itu terjadi semakin terbuka lebar, karena kami semakin sinkron dengan bank sentral," tegas Purbaya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |