Menkeu Purbaya Bantah Stok BBM Habis 20 Hari

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia hanya cukup untuk 20 hari. Menurut dia, angka tersebut justru merupakan kondisi stok yang normal dalam pengelolaan pasokan BBM nasional.

Purbaya menjelaskan, stok BBM sekitar 20 hari bukan berarti akan habis dalam waktu tersebut. Jika stok berkurang, PT Pertamina (Persero) dapat kembali menambah pasokan sesuai dengan kapasitas penyimpanan yang tersedia.

“Yang saya tahu, saat kita menyetok sekian puluh hari, kalau tidak salah sekitar 15 hari lebih. Sekarang stoknya 20 hari, berarti berlebih, bukan habis. Kalau berkurang nanti bisa beli lagi. Itu stok yang normal, bukan darurat,” ujar Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, dikutip Selasa (10/3/2026).

Ia menegaskan, tidak realistis jika pemerintah harus menyimpan stok BBM untuk kebutuhan satu tahun penuh karena akan menimbulkan biaya penyimpanan yang besar.

“Ada yang bilang, wah kita tinggal 20 hari lagi. Bukan begitu. Kalau disimpan untuk setahun penuh justru rugi karena ada biaya penyimpanan. Jadi strateginya memang seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa stok BBM Indonesia hanya cukup untuk 20–21 hari. Informasi tersebut bahkan memicu panic buying di sejumlah daerah. Padahal, angka tersebut merupakan kisaran stok ideal dalam pengelolaan pasokan BBM nasional.

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga meminta masyarakat tidak melakukan panic buying BBM. Ia memastikan stok BBM nasional tetap aman di tengah konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Bahlil menyebut kapasitas cadangan minyak nasional saat ini mencapai sekitar 23 hari, sementara standar minimal ketersediaan nasional berada di atas 20 hari.

“Standar minimal ketersediaan kita untuk nasional harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari,” kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jumat (6/3/2026).

“Minyak kita itu aman. Jadi tidak perlu panik. Suplai lancar,” lanjutnya.

Pasokan Minyak Kini Tak Hanya dari Timur Tengah

Bahlil juga menjelaskan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah. Pemerintah bersama Pertamina telah mencari sumber alternatif dari sejumlah negara lain.

Menurut dia, impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah hanya sekitar 20–25 persen dari total kebutuhan nasional.

“Kita ambil dari Middle East itu minyak mentahnya, bukan minyak jadi. Itu sekitar 20 sampai 25 persen. Tapi sekarang kami sudah dapat penggantinya,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, pemerintah telah mengalihkan sebagian pasokan minyak mentah dari Amerika Serikat, Nigeria, hingga Brasil.

“Bersama Pertamina kita sudah switch, dari Middle East sekarang juga ambil dari Amerika, Nigeria, dan Brasil,” katanya.

Jangan Mudah Terpancing

Bahlil pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar mengenai stok BBM nasional.

“Tidak perlu panic buying. Jangan dengar provokasi atau misinformasi yang keliru. Insyaallah stok aman dan pemerintah akan terus hadir bersama rakyat,” pungkasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |