Liputan6.com, Jakarta - Transformasi digital terus mengubah cara masyarakat Indonesia bertransaksi. Pembelian pulsa, pembayaran listrik, hingga pelunasan tagihan kini semakin bergeser dari metode tunai ke layanan berbasis digital.
Perubahan ini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga merambah wilayah pinggiran melalui peran kios digital yang menjadi penghubung antara teknologi dan kebutuhan harian masyarakat.
Kios digital berfungsi sebagai titik layanan transaksi berbasis aplikasi yang dikelola oleh pelaku usaha kecil. Kehadirannya penting di tengah masih terbatasnya akses sebagian masyarakat terhadap layanan perbankan atau aplikasi keuangan mandiri.
Dengan pendekatan langsung dan lokasi yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal, kios digital membantu memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkenalkan transaksi non-tunai secara bertahap.
Pertumbuhan kios digital sejalan dengan tingginya penetrasi internet dan penggunaan ponsel pintar di Indonesia. Kondisi ini mendorong meningkatnya adopsi pembayaran digital, termasuk penggunaan QR code terstandar yang memudahkan pedagang kecil menerima transaksi non-tunai. Namun, tingginya akses teknologi belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang pengelolaan transaksi digital.
Literasi digital masih menjadi tantangan utama dalam ekosistem kios digital. Banyak pelaku usaha yang belum terbiasa dengan sistem pencatatan digital, keamanan saldo, hingga mitigasi kesalahan transaksi.
Keterbatasan pemahaman ini berpotensi menimbulkan risiko, mulai dari kesalahan input hingga menurunnya kepercayaan pelanggan jika terjadi gangguan layanan.
Di tengah tantangan tersebut, peluang kios digital tetap terbuka luas. Ekonomi digital telah menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional, dengan transaksi digital yang terus meningkat setiap tahun.
Dalam konteks ini, kios digital berperan sebagai simpul ekonomi lokal yang tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat komunitas.
Salah satu platform yang beroperasi dalam ekosistem ini adalah Oke Kios, sebuah layanan agen pulsa dan PPOB yang menyediakan berbagai transaksi digital dalam satu aplikasi. Layanan yang tersedia mencakup pulsa dan paket data lintas operator, token listrik, top-up dompet digital, pembayaran tagihan rutin, hingga voucher game.
"Kios digital kami posisikan sebagai mitra yang membantu masyarakat mengakses layanan digital secara lebih dekat dan praktis,” jelas Najib Shofyan Bahri, Direktur OKE KIOS.
Stabilitas Sistem dan Pengelolaan Usaha
Selain ragam layanan, platform yang dikelola oleh PT Oke Kios Digital Nusantara ini juga menekankan pentingnya stabilitas sistem dan pengelolaan usaha yang rapi bagi para mitra. Fitur seperti riwayat transaksi, laporan bulanan, sistem saldo aman, serta dukungan penggunaan multi-device disiapkan untuk mendukung operasional kios.
"Akurasi dan kecepatan transaksi menjadi hal krusial karena langsung berdampak pada kepercayaan pelanggan OKE KIOS,” jelasnya.
Ke depan, keberlangsungan kios digital akan sangat bergantung pada kesiapan pelaku usaha dalam beradaptasi dengan teknologi serta dukungan platform yang berkelanjutan. Sinergi antara inovasi digital dan penguatan kapasitas mitra dinilai menjadi kunci agar kios digital tetap relevan.
"Kami melihat kemitraan jangka panjang sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem kios digital yang sehat,” tutupnya.
Mendag Budi Santoso Tegaskan Bisnis Online Tak Ganggu Dagang Offline
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bisnis daring atau online tidak mengganggu perdagangan di toko-toko offline. Menurut dia, online menjadi salah satu cara pedagang untuk memperluas pasarnya.
Budi mengatakan, banyak pengusaha UMKM yang juga terbantu dengan bisnis online. Model bisnis yang sejalan dengan perkembangan zaman dan membutuhkan biaya murah untuk memulainya.
"Offline katanya banyak terganggu dengan online. Tetapi kalau kita lihat UMKM kita juga banyak yang bergerak, banyak yang hidup karena online. Karena mereka tidak perlu ada toko, ada tempat yang biayanya mahal, tapi dia bisa berjualan secara online," kata Budi, dihadapan para kepala daerah, di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Meski begitu, dia turut menjalankan upaya untuk menjaga toko offline tetap eksis. Caranya melalui metode penjualan omnichanel. Ini adalah skema berdagang antara toko fisik dan online sekaligus.
"Jadi offline juga harus kita ajari bagaimana dia bisa online. Kita juga ada program di pasar rakyat, ya di toko-toko, ada pasar tradisional, pasar rakyat. Itu bagaimana dia juga bisa jualan online," beber dia.
Dia menilai, fenomena toko offline-online ini merupakan bagian dari transformasi penjualan di Tanah Air, sama halnya ketika menjamurnya toko ritel. "Itu katanya waktu itu mengganggu toko kelontong. Tapi kan waktu itu kemudian kita ada pula kemitraan dan sampai sekarang justru mereka bermitra dengan baik. Ini sama dengan offline dan online," jelas Budi.
Fenomena Rojali-Rohana
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso tidak memusingkan fenomena Rojali (rombongan jarang beli) dan Rohana (rombongan hanya nanya-nanya), yang sering terjadi di pusat perbelanjaan.
"Orang sekarang juga banyak yang katanya fenomena hanya melihat-lihat ya. Kadang-kadang dia hanya melihat barang kan, boleh saja. Kemudian apakah dia membeli lewat online atau offline, ya monggo, itu perilaku konsumen," ujar Budi Santoso dalam kegiatan kick off ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2025 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
"Dan itu kebebasan konsumen untuk memilih barang. Masalah belanjanya di mana, ya silahkan," kata Mendag seraya menekankan.
Menurut dia, saat ini memang terjadi transformasi dari sektor perdagangan offline menuju online. Sebagai solusi, Mendag menawarkan konsep hybrid omnichannel yang menggabungkan penjualan offline dan online.
"Fenomena ini akhirnya kita tangkap dengan hybrid omnichannel. Jadi, kalau toko offline dia juga bisa menjual secara online. Ya karena ada konsumen melihat dulu baru beli secara online," ungkap dia.
Mendag lantas mencontohkan konsep live shopping yang kerap digelar oleh beberapa platform marketplace. Dengan tujuan untuk mendekatkan konsumen kepada barang yang diinginkannya.
Dia menilai, harmonisasi pasar offline dan online bisa tercipta melalui konsep live shopping. Guna menjawab kebutuhan konsumen yang ingin mencari detail produk yang hendak dibelinya.
"Kalau hanya melihat gambar mungkin kurang yakin ya. Tapi kalau ada live seperti itu akhirnya konsumen lebih tahu, oh gambarannya produknya itu seperti itu," ucap Mendag.
"Saya pikir itu hal-hal yang bisa kita lakukan. Sehingga transformasi antara offline dan online bisa berjalan dengan baik," dia menambahkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5069737/original/080002700_1735364120-Depositphotos_10029015_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437713/original/057304100_1765260963-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4318106/original/056566900_1675878265-Bosch.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472368/original/045596100_1768364075-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354843/original/063540800_1758266268-IMG-20250919-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474724/original/020006700_1768533221-bda1bfdf-dd82-44e7-aae1-566162163406.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1770927/original/084181900_1510736171-Nikel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474549/original/012607000_1768484602-1000207068.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474330/original/024234900_1768473205-1000206994.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5251910/original/029782700_1749812779-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474421/original/037794400_1768476574-Ketua_Umum_Kadin_Indonesia__Anindya_Novyan_Bakrie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)