Meneropong Prospek Rupiah terhadap Dolar AS Senin 27 April 2026

17 hours ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin, 27 April 2026. Mata uang rupiah diproyeksikan berada di kisaran 17.220–17.260 per dolar AS, dengan rentang pergerakan mingguan di level 17.180 hingga 17.400.

"Untuk perdagangan Senin, 27 April 2026 mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.220 - Rp 17.260. Rupiah untuk sepekan di range Rp 17.180 - 17.400," kata Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assu’aibi, kepada Liputan6.com, Minggu (26/4/2026).

Ia menilai tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global yang berasal dari konflik geopolitik.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026, rupiah justru mencatat penguatan sebesar 57 poin ke level Rp 17.229 per dolar AS, setelah sempat melemah 10 poin. Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.286 per dolar AS.

"Pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026, mata uang rupiah ditutup menguat 57 point sebelumnya sempat melemah 10 point di level Rp 17.229 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.286.

Namun demikian, Ibrahim menyebut sentimen eksternal dinilai masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan rupiah ke depan.

Ketegangan AS-Iran Jadi Pemicu Utama

Ibrahim mengatakan, salah satu faktor utama pelemahan rupiah adalah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi semakin memanas setelah dilaporkan bahwa negosiator utama Teheran dalam pembicaraan dengan Washington mengundurkan diri.

Presiden Donald Trump juga menyampaikan, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mencapai kesepakatan dengan Iran. Ia bahkan mengklaim bahwa kemampuan militer Iran telah dilemahkan dan kondisi negara tersebut sedang tidak stabil.

"Trump mengatakan kepada wartawan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin "terburu-buru" mencapai kesepakatan dengan Iran, sambil juga penggunaan senjata nuklir," ujarnya.

Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan, yang dapat berdampak langsung pada pasokan minyak global, terutama dari kawasan Timur Tengah.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |