Mendag Sebut Kenaikan CPO Tak Pengaruhi Harga Minyakita

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan, Budi Santoso (Mendag Budi Santoso) mengatakan harga Minyakita cenderung turun di beberapa daerah. Dia menilai, harga Minyakita tidak terpengaruh proyeksi kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan harga CPO global bisa tembus USD 1.050 per ton. Namun, kenaikan ini tak pengaruhi harga minyak goreng di pasaran.

"Enggak, enggak, enggak ada masalah," kata Budi, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dia menjelaskan, saat ini tren harga minyak goreng Minyakita cenderung turun. Hal tersebut didapat dari pantauan di Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). 

"Kemarin kalau cek harga Minyakita aja juga sekarang malah turun, kan? Berapa sekarang? Sekarang Rp 15.800 di SP2KP turun terus grafiknya. Jadi belum ada pengaruhnya sampai sekarang," urainya.

Budi menepis kekhawatiran harga Minyakita tembus hingga di atas Rp 20.000 per liter seperti beberapa tahun lalu. "Menurut saya belum. Ya, rasanya enggak deh (tembus Rp 20.000)," ujar dia.

Stok Minyak Goreng

Budi Santoso mengajak produsen minyak goreng second brand atau minyak goreng murah untuk memperbanyak produksinya. Ajakan itu dikeluarkan setekah melihat situasi pasar yang kini menjadikan produk Minyakita sebagai acuan utama. 

Mendag mengatakan, ketersediaan minyak goreng di pasar nasional sebenarnya berlimpah, baik untuk kategori premium maupun second brand. Namun, secara produk jumlahnya saat ini berkurang. 

"Dulu sebelum ada Minyakita, second brand itu bisa sampai 50-an jenisnya. Sekarang berkurang karena kebanyakan beralih ke Minyakita," ujar dia dalam sesi konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |