Menaker Mau Transformasi BLK, Pelatihan Sesuai Kebutuhan Industri

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar program pelatihan semakin relevan dengan kebutuhan industri. Langkah ini juga diharapkan mampu memperluas akses pelatihan, membuka peluang kerja, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

“Transformasi itu mencakup penguatan BLK sebagai klinik produktivitas, talent and innovation hub (TIH), serta inkubator bisnis,” kata Menaker Yassierli dikutip dari Antara, Minggu (1/2/2026).

Menurut Yassierli, transformasi BLK dilakukan agar manfaat pelatihan lebih dirasakan masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya keterampilan yang diajarkan selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah, sekaligus mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk bekerja maupun berusaha.

Melalui transformasi ini, BLK tidak lagi sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga pusat pengembangan kompetensi yang adaptif terhadap dinamika industri. Pemerintah berharap lulusan BLK memiliki daya saing yang lebih tinggi dan siap masuk ke dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Kolaborasi dengan Akademisi

Untuk mengimplementasikan transformasi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi. Sinergi ini ditujukan agar kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang dilatih di BLK benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri terkini.

“Kami akan mengajak dunia kampus untuk menjadikan BLK sebagai klinik produktivitas untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri. Misalnya dengan pelatihan di bidang green jobs, smart creative IT skills, dan smart operation,” ujar Menaker.

Selain itu, kerja sama dengan akademisi juga akan dilakukan untuk memperkuat fungsi BLK sebagai talent and innovation hub. BLK diharapkan menjadi pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Yassierli menilai penguatan fungsi tersebut penting agar BLK mampu menjadi ruang pengembangan kompetensi yang lebih inklusif dan berdampak nyata bagi perekonomian.

Inkubator Bisnis

Tak hanya fokus pada pelatihan kerja, Kemnaker juga menyiapkan peran BLK sebagai inkubator bisnis untuk mendorong lahirnya wirausaha baru.

“Kemnaker sedang menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis. Yang mau mulai wirausaha akan dicarikan ide bisnisnya apa, siapa kompetitornya, model bisnisnya, strategi pengembangan bisnisnya, dan pemasarannya,” kata Yassierli.

Menaker mengakui, selama ini BLK masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar dampaknya lebih besar bagi masyarakat. Tantangan tersebut meliputi jumlah penerima manfaat, efisiensi biaya, sistem jaminan kualitas pelatihan, pembaruan kurikulum, transparansi rekrutmen, hingga pelacakan data lulusan atau alumni.

“Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas BLK yang saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran,” ujar Yassierli.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |