Menaker Ingin Magang Nasional Buka Kesempatan Buat Putra Daerah

3 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli ingin membuka kesempatan bagi putra daerah untuk berkontribusi ke daerahnya masing-masing. Ini diharapkan mampu dicapai dalam pelaksanaan program Magang Nasional

Dia menginginkan program Magang Nasional bisa merata di berbagai daerah, tak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ini jadi salah satu poin evaluasi yang dilakukan Kemnaker usai menjalankan Magang Nasional.

"Kita sudah harus mulai menjadikan program magang hub ini merata sebarannya sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk mereka bisa berkarya juga di daerah-daerah mereka masing-masing," ujar Yassierli saat menutup Magang Nasional Batch I, Jumat (24/4/2026).

Dia mengungkapkan ada sebagian poin dalam evaluasi yang dilakukan. Misalnya, pelaksanaan Magang Nasional tahap awal yang terkonsentrasi di wilayah Jawa. Meskipun, hal ini membuka kesempatan bagi peserta dari daerah lain merasakan kerja di Jawa.

"Bagaimana program magang ini sebaran pesertanya bisa lebih merata dari segi geografi mungkin tahun 2025 sebagian besar masih di Pulau Jawa karena kesempatan juga bagi adik-adik magang kita untuk merasakan pengalaman bekerja di Jawa yang dari daerah-daerah," beber dia.

Evaluasi lainnya, mengenai kejuruan peserta magang yang tidak sebatas pada jurusan tertentu. Namun juga bisa membuka kesempatan ke kejuruan lainnya.

"Dari segi program studi sebarannya tidak spesifik hanya digital marketing tidak spesifik hanya administrasi manajemen tapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua program studi lulusan program studi apapun itu program studinya," jelas Menaker Yassierli.

Peserta Magang Nasional Direkrut Perusahaan

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengungkap salah satu keberhasilan dari program Magang Nasional Batch I. Misalnya, sebagian peserta magang ternyata langsung direkrut oleh perusahaan.

Dia menjelaskan, sebagian dari peserta magang ditawari kerja oleh perusahaan. Hal ini menandai minat perusahaan terhadap kompetensi dari talenta peserta Magang Nasional tersebut.

"Saya tentu mengucapkan selamat kepada adik-adik peserta magang batch I yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan," kata Yassierli dalam Penutupan Magang Nasional Batch I, Jumat (24/4/2026).

Masih Hitung Jumlahnya

Dia mengaku saat ini menghitung peserta magang yang direkrut perusahaan swasta. Lantaran, rekrutmen di lembaga negara perlu melalui mekanisme resmi pengadaan aparatur sipil negara (ASN).

Yassierli mengaku mendapat laporan sekitar 20-30% peserta magang direkrut langsung oleh perusahaan. "Berdasarkan monitoring yang kita lakukan respons dari perusahaan ya saya lihat sangat baik, ada yang sudah merekrut ya 20% dari yang magang, ada yang sudah 30% dan ini sekarang sedang kita data," ujar dia.

Yassierli mengaku ada perusahaan yang belum bisa merekrut langsung namun tertarik untuk menjalin kerja sama di kemudian hari dengan peserta magang.

"Ada juga perusahaan yang ingin 'Pak Menteri kami lihat adik-adik peserta magang ini bagus-bagus mereka kami ingin rekrut tapi sayang kita belum bisa merekrut saat ini karena ada kondisi ya internal perusahaan dan seterusnya'," ungkap dia.

"Tapi tentu kalau adik-adik yang magang sudah dibilang bagus oleh perusahaannya saya yakin adik-adik bisa sukses di masa depan," Yassierli menambahkan.

Alasan Diterima

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi menerangkan ada peserta magang yang langsung direkrut. Selain itu, ada pula peserta magang yang sudah melamar ke perusahaan tempat magang sebelumnya.

"Salah satunya adalah mereka diterima dalam satu sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di dalam, di instansi yang memang sebelum proses ini mereka kebanyakan juga sudah melamar," katanya.

Dia menerangkan, ada 16.112 orang yang lolos seleksi program Magang Batch IA dan IB. Namun, hanya ada total 11.949 peserta yang aktif dan menyelesaikan program magang tersebut.

"Program ini mendapat antisiasme yang sangat tinggi dari dunia usaha dan di dunia industri, hal ini tercermin dari partisipasi perusahaan sebanyak 1.185 yang terlibat sebagai penyelenggara pemagangan dan melibatkan 5.267 mentor," jelas dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |