MBG Jadi Program Paling Cepat Belanja di 2026

17 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi yang tercepat menggunakan anggarannya di awal 2026 ini. Mengingat ada perluasan penerima manfaat program tersebut.

Purbaya menduga Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mulai membelanjakannya. Belum lagi, program MBG yang terus berjalan meski saat masa libur sekolah.

"MBG lah, dugaan saya MBG. Sudah belanja dia pasti, dia sudah belanja banyak," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, ditulis Jumat (9/1/2026).

Dia melihat pelaksanaan program yang berjalan normal seiring masa sekolah yang sudah dimulai kembali. Artinya, MBG akan berjalan seperti biasa dibandingkan dengan program pemerintah lainnya.

"Tapi yang saya yakin MBG sudah duluan (belanja), sudah jalan kan sekolahnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono mencatat program MBG telah menyerap Rp 51,5 triliun sepanjang 2025. Angka itu setara 72,5 persen dari pagu anggaran Rp 71 triliun di APBN 2025.

MBG Rekrut 800 Ribu Pekerja

Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Hingga setahun berjalan, program ini tercatat telah menyerap hampir 800 ribu tenaga kerja di berbagai daerah.

Kementerian Keuangan melaporkan total anggaran yang telah digelontorkan untuk MBG mencapai Rp51,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp43,4 triliun disalurkan langsung dalam bentuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa, balita, ibu hamil, serta tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyebut MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Hingga saat ini, pemerintah telah membuka hampir 20 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pusat yang tersebar di berbagai wilayah.

“Saat ini, sudah ada 19.343 SPPG atau central kitchen yang mempekerjakan 789.319 pekerja,” jelas Thomas dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (8/1/2026).

Rantai Pasok Pangan

Menurutnya, keberadaan SPPG turut menggerakkan rantai pasok pangan, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga sektor logistik. Dampak lanjutan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pemerataan ekonomi, terutama di daerah.

Berdasarkan data terbaru, hingga Rabu (7/1/2026), program MBG telah menjangkau 56,13 juta penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi.

Pemerintah pun berencana memperluas cakupan program ini sepanjang tahun berjalan.Pada akhir tahun, total penerima manfaat MBG ditargetkan mencapai 82,9 juta orang. Seiring dengan perluasan tersebut, pemerintah berharap penyerapan tenaga kerja dan dampak ekonomi yang dihasilkan juga terus meningkat.

Dampak Ekonomi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung besarnya dampak ekonomi MBG dalam Perayaan Natal Nasional 2025, Senin (5/1/2026). Ia mengungkapkan para ahli dari Rockefeller Institute menilai MBG sebagai salah satu investasi pemerintahan yang paling efektif.

Menurut penilaian tersebut, setiap Rp1 investasi pada program MBG berpotensi menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5 hingga 35 kali lipat. Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan semata-mata mengejar keuntungan ekonomi.

“Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” ujar Prabowo kala itu.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |