Liputan6.com, Jakarta - Protes nasional di Iran yang dipicu oleh krisis ekonomi memberikan tekanan baru pada rezim di Iran. Aksi protes itu juga telah mematikan jaringan internet dan telepon. Krisis ekonomi yang terjadi juga telah menekan mata uang Iran Rial terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (13/1/2026), Iran masih terguncang akibat perang 12 hari yang dilancarkan Israel pada Juni. Hal itu juga memicu Amerika Serikat melakukan serangan terhadap situs nuklir di Iran.
Tekanan ekonomi yang semakin intensif sejak September saat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberlakukan kembali sanksi terhadap negara itu karena program nuklir-nya. Sanksi itu juga telah menyebabkan mata uang rial Iran anjlok. Saat ini diperdagangkan 1.400.000 terhadap dolar Amerika Serikat.
Ekonomi yang Melemah
Mengutip New York Times, kejatuhan nilai tukar rial pada 28 Desember 2025 membuat marah pemilik toko yang sudah terpuruk akibat depresiasi mata uang selama berbulan-bulan yang menyebabkan harga berubah setiap hari. Selama dekade terakhir, inflasi telah bertahan di atas 40%. Hal itu juga mengakibatkan kenaikan harga yang sangat tinggi untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng dan daging.
"Penghasilan masyarakat hanya sepertiga hingga seperempat dari sebelumnya,” ujar Ekonom Center for Middle East and Global Order, Mahdi Ghodsi.
Mengutip BBC, sanksi atas program nuklir Iran telah menekan perekonomian yang juga melemah akibat salah urus pemerintah dan korupsi.
Protes dimulai oleh pedagang pasar sehingga menambah momentum secara simbolis. The Head of the Economic Think Thank the Bourse and Bazaar Foundation, Esfandyar Batmanghelidj menuturkan, mereka memulai protes yang menyebabkan revolusi Iran 1979 tetapi juga secara praktis.
"Untuk mengorganisir protes, Anda perlu memiliki jaringan, dan Anda perlu mampu untuk ikut serta dalam protes. Inilai pedagang pasar dari kelompok sosial lainnya. Mereka semua dapat sepakat untuk menutup tokok mereka dan turun ke jalan,” ujar dia.
Bergulat dengan Pemadaman Internet
Akun media sosial pedagang yang sebelumnya hanya mengiklankan barang dagang mereka seperti celana jeans dan jaket kulit mulai mengunggah gambar lorong-lorong pasar yang berliku-liku dan kosong serta pengunjuk rasa yang memadati jalan-jalan.
"Kita semua ingin menghasilkan uang. Tetapi itu tidak mungkin lagi dengan harga-harga ini. Kami merasa malu untuk memberi tahu pelanggan harga baru,” tulis seorang penjual pakaian.
Di sisi lain, di Iran, penduduk juga bergulat dengan pemadaman internet dan sensor yang ketat sambil dibanjiri video yang dimanipulasi dan kampanye disinformasi.
Sejak awal protes, Presiden Iran Masoud Pezeshkian berusaha bereaksi dengan cepat dan penuh empat. Ia mengganti gubernur bank sentral dan secara terbuka mengakui tekanan ekonomi yang dirasakan demonstran.
Ia juga memerintahkan pembayaran bulanan bagi warga Iran yang setara dengan sekitar USD 7 atau Rp 118.118 (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.870), masih jauh dari perubahan drastis yang menurut ekonom diperlukan.
“Jika masyarakat tidak puas, kitalah yang harus disalahkan. Jangan mencari AS atau siapapun untuk disalahkan,” ujar Pezeshkian.
Harga Minyak Naik di Tengah Risiko Pasokan Berkurangnya Pasokan Iran
Sebelumnya, harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin, di tengah kekhawatiran bahwa Iran berpotensi mengurangi ekspor minyaknya di tengah penindakan terhadap demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Harga minyak mentah tetap naik meski ada ekspektasi pasokan global bisa bertambah dari Venezuela, sesama anggota OPEC yang masih berada di bawah sanksi.
Dikutip dari CNBC, Selasa (13/11/2026), harga minyak mentah Brent naik 67 sen atau 1,1% ke level USD 64,01 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 38 sen atau 0,6% dan ditutup di posisi USD 59,50 per barel.
Pemerintah Iran menyatakan pada Senin bahwa mereka tetap membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat (AS), saat Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan berbagai respons atas penindakan mematikan terhadap aksi protes nasional.
Gelombang protes ini disebut menjadi salah satu tantangan terberat bagi pemerintahan ulama Iran sejak Revolusi Islam 1979.
Seorang pejabat AS mengatakan, Trump dijadwalkan bertemu dengan para penasihat seniornya pada Selasa untuk membahas opsi kebijakan terkait Iran.
Venezuela Bersiap Lanjutkan Ekspor Minyak
Di sisi lain, Venezuela diperkirakan akan segera melanjutkan ekspor minyak setelah tergulingnya Presiden Nicolas Maduro. Trump pekan lalu menyebut pemerintah di Caracas siap menyerahkan hingga 50 juta barel minyak yang sebelumnya terkena sanksi Barat kepada Amerika Serikat.
Kondisi ini memicu perlombaan di kalangan perusahaan minyak untuk mencari kapal tanker dan menyiapkan operasi pengapalan minyak mentah secara aman. Empat sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan, aktivitas persiapan sudah berlangsung.
Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat, perusahaan komoditas multinasional Trafigura menyatakan kapal pertamanya diperkirakan mulai memuat minyak pada pekan depan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4668821/original/000742500_1701320491-yuri-krupenin-S2FVm0tOv1w-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472996/original/026213300_1768382816-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386100/original/014549200_1760954215-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472846/original/096950000_1768378113-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381933/original/039227200_1760522313-IMG_7964.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3389842/original/074746100_1614591577-Screenshot__79_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253303/original/024384400_1750042935-Foto_1_-_PLTP_Lumut_Balai_Unit_2__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316910/original/014057600_1755255228-Menkeu_Sri_Mulyani_RAPBN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5271674/original/014395900_1751517910-Screenshot_20250703_101941_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472368/original/045596100_1768364075-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467328/original/054445200_1767872286-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457383/original/052410300_1766999052-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4360730/original/099779100_1678955416-Menteri_keuangan_Sri_Mulyani-Herman_Zakharia__11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3279574/original/001681300_1603787899-20201027-Pemprov-DKI-Belum-Putuskan-Konsep-Kepemilikan-Rumah-Susun-Pasar-Rumput-ANTONIUS-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448018/original/056078700_1765974252-WhatsApp_Image_2025-12-17_at_18.24.59.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3584538/original/038922100_1632728900-Screenshot_20210927-135735_Zoom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)