Kurs USD-IDR 19 Januari 2026: Rupiah Ditutup Hampir Tembus 17.000, Ini Penyebabnya

4 days ago 23

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level 16.955 pada penutupan perdagangan Senin sore, 19 Januari 2026. Kurs dolar AS perkasa terhadap rupiah didorong pernyataan Presiden AS Donald Trump soal tarif ke negara Eropa.

"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 68 poin  sebelumnya sempat melemah 75 poin  di level Rp 16.955 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.896," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Adapun faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah yakni, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu yang akan memberlakukan tarif baru pada delapan negara Eropa yang menentang rencananya agar Amerika Serikat mengakuisisi Greenland.

Trump mengatakan, AS akan mengenakan tarif 10% pada barang-barang dari negara-negara yang terkena dampak mulai 1 Februari, dengan tarif tersebut akan naik menjadi 25% pada bulan Juni jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

"Negara-negara yang menjadi target termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, bersama dengan beberapa negara Nordik dan Eropa utara. Pengumuman tersebut menuai kritik tajam dari para pejabat Eropa dan meningkatkan kekhawatiran akan sengketa perdagangan transatlantik yang lebih luas," ujarnya.

Selain itu, data di AS menunjukkan pasar tenaga kerja tidak selemah yang diperkirakan. Oleh karena itu, para pedagang menjadi ragu-ragu apakah Federal Reserve akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.

Kontrak Berjangka Fed

Selain itu, kontrak berjangka dana Fed saat ini telah menunda ekspektasi pemotongan suku bunga berikutnya ke bulan Juni dan September dari perkiraan sebelumnya di bulan Januari dan April.

"Pandangan bahwa bank sentral AS dapat mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," ujarnya.

Di sisi lain, di Asia, data pada hari Senin menunjukkan ekonomi China tumbuh 5,0% tahun lalu, memenuhi target pemerintah dengan merebut pangsa permintaan global barang yang mencapai rekor untuk mengimbangi konsumsi domestik yang lemah.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |