Kekayaan 50 Orang Terkaya di Korea Selatan Sentuh Rekor Tertinggi

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kekayaan 50 orang terkaya di Korea Selatan (Korsel) melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa. Lonjakan kekayaan itu didorong meningkatnya permintaan semikonduktor karena booming kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan peralatan pembuatan chip di Korsel menuai keuntungan besar.

Selain itu, pasar saham Korea Selatan juga menjadi salah satu terbaik di dunia dalam 12 bulan terakhir. Indeks Kospi di Korse naik lebih dari dua kali lipat.

Mengutip Forbes, ditulis Kamis, (16/4/2026), kekayaan 50 orang terkaya di Korea Selatan mencapai USD 175 miliar atau Rp 3.000 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.150). Kekayaan itu melonjak 77% dari USD 99 miliar atau Rp 1.697 triliun.

Secara keseluruhan, 34 orang terkaya menjadi lebih kaya, yang dipimpin Chairman Executive Samsung Electronics Jay Y.Lee. Ia kembali berada di posisi pertama setelah turun dari peringkat itu tahun lalu. Kekayaan Jay Y.Lee bertambah USD 13,8 miliar atau Rp 236,60 triliun menjadi USD 21,6 miliar atau Rp 370,33 triliun.

Sementara itu, di posisi kedua merupakan orang terkaya tahun lalu, Michael Kim, salah satu pendiri raksasa private equity MBK Partners. Kekayaannya mencapai USD 9,9 miliar atau Rp 169,73 triliun. Perusahaan portofolio bermasalahnya Homeplus meski terguncang mengajukan rehabilitasi perusahaan. MBK berhasil mengumpulkan USD 5,5 miliar atau Rp 94,29 triliun untuk dana pembelian yang fokus di Asia pada Oktober.

Posisi orang terkaya ketiga di Korsel dipegang salah satu pendiri Celltrion yakni Seo Jung-jin. Ia menjadi salah satu peraih keuntungan besar dengan kekayaan meningkat menjadi USD 8,1 miliar atau Rp 138,87 triliun dari USD 6,3 miliar atau Rp 108,01 triliun.

Saham perusahaan farmasi itu naik 30% selama setahun terakhir seiring upaya ekspansi yang dilakukan. Setelah menyelesaikan kesepakatan pada Januari untuk mengakuisisi pabrik Amerika Serikat (AS) dari raksasa farmasi AS Eli Lily sebesar USD 330 juta atau Rp 5,65 triliun, Celltrion memaparkan rencana pada Maret untuk investasi lebih dari USD 800 juta atau Rp 13,71 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi domestiknya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |