Jurus Pemerintah Lindungi Eksportir di Tengah Gejolak Global

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memperkuat peran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sebagai instrumen utama untuk melindungi sekaligus mendorong pelaku usaha ekspor di tengah ketidakpastian global. Skema ini dinilai semakin relevan ketika konflik geopolitik memicu disrupsi rantai pasok dan ketidakstabilan pasar internasional.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Tony Prianto, menegaskan bahwa pemerintah hadir dengan pendekatan yang adaptif untuk merespons dinamika global yang cepat berubah.

“Memang intinya kalau dari pemerintah, kita melihat ya just in time aja sih, sebetulnya justru ada Penugasan Khusus Ekspor (PKE) ini, support kepada pelaku usaha ekspor untuk negara-negara non-tradisional, itu kalau sekarang sudah terjadi perang, kemudian geopolitik juga shifting, itu justru memberikan peluang bagi pengusaha saya yakin sih ya,” ujarnya dalam acara Kemenkeu Dukung Sektor Padat Karya Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, PKE tidak hanya berfungsi sebagai pendorong ekspansi, tetapi juga menjadi penopang bagi eksportir yang menghadapi keterbatasan akses pembiayaan maupun risiko masuk ke pasar baru.

Dukungan yang diberikan mencakup penjaminan bagi pelaku usaha yang belum memiliki rekam jejak kuat di pasar tujuan, hingga penyediaan kredit modal kerja bagi eksportir yang belum mendapatkan pembiayaan kompetitif dari perbankan.

“Dan kita di sini PKE justru memberikan tambahan support kalau mau masuk ke peluang tersebut, baik dari sisi penjaminan ketika belum punya goodwill yang cukup di market, atau kredit modal kerja dari financing ketika belum dapat pinjaman yang murah dari bank komersial,” jelasnya.

Tony menilai, skema ini sudah cukup mumpuni untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam menghadapi gangguan perdagangan global, baik bagi eksportir baru maupun yang sudah eksisting.

“Jadi kalau kami melihatnya yaitu disrupsi itu harusnya kita lihat sebagai sebuah hal yang positif bagi kita, bagi eksportir kita dan diharapkan di dunia tetap bisa kita leverage ya situasi ini dengan justru meningkatkan jumlah ekspor ya dan mungkin tumbuhnya baru,” pungkasnya.

Dengan penguatan PKE, pemerintah berharap eksportir nasional tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan memperluas jangkauan pasar di tengah tekanan global yang terus berlanjut

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |