InJourney Petakan Tiga Tantangan Strategis Pariwisata, Dorong Konektivitas hingga Promosi Global

7 hours ago 9

Liputan6.com, Bali - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney turut ambil bagian dalam dialog antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata yang digelar di Bali, Jumat (13/2/2026). Dalam forum tersebut, Direktur Utama InJourney Maya Watono memaparkan sejumlah tantangan utama sektor aviasi dan pariwisata, sekaligus menawarkan usulan strategis guna memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Dialog ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta jajaran kementerian dan lembaga. Hadir pula seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Bali serta perwakilan pelaku usaha pariwisata seperti PHRI, ARKI, GAHAWISRI, ASPERAPI, INCCA, IVENDO, INACA, hingga GIPI.

Forum tersebut bertujuan menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha guna memperkuat langkah menuju pariwisata Indonesia yang semakin maju dan kompetitif.

Tiga Prioritas Penguatan Pariwisata

Dalam paparannya, Maya Watono menekankan tiga tantangan utama yang perlu ditangani secara terintegrasi, yakni konektivitas, infrastruktur dan akomodasi, serta pembangunan destinasi dan promosi.

Pada aspek konektivitas, Maya menyoroti keterbatasan armada penerbangan domestik, minimnya penerbangan langsung internasional ke sejumlah bandara di Indonesia, serta belum optimalnya skema insentif dan kemitraan untuk menarik serta mempertahankan rute maskapai internasional.

“Untuk menjawab hal tersebut, InJourney mendorong langkah-langkah penguatan konektivitas melalui evaluasi beberapa regulasi terkait konektivitas yang dapat meningkatkan inbound traffict di destinasi pariwisata prioritas serta pemberian insentif pembukaan rute baru yang dikombinasikan dengan program joint promotion bersama maskapai inbound,” jelas Maya Watono.

Akses Bandara hingga Intermoda Terintegrasi

Di sisi infrastruktur dan akomodasi, peningkatan trafik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan akses menuju bandara yang memadai. Selain itu, konektivitas darat antar destinasi prioritas masih terkendala kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal.

Sebagai solusi, InJourney mendorong penyelarasan pembangunan transportasi intermoda terintegrasi sebagai akses utama menuju bandara. Percepatan peningkatan infrastruktur di destinasi prioritas, seperti jalan, utilitas, hingga alternatif aksesibilitas darat seperti water taxi juga menjadi sorotan. Dukungan jalan tol serta peningkatan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata turut menjadi bagian dari rekomendasi strategis tersebut.

Dorong Branding dan Event Global

Sementara pada pembangunan destinasi dan promosi, Maya menilai penguatan branding, khususnya untuk anchor attraction, masih memerlukan dukungan promosi yang lebih kuat guna menciptakan daya tarik berkelanjutan dan meningkatkan length of stay wisatawan.

Skema pendanaan dan insentif untuk menarik serta mempertahankan event internasional berskala global juga dinilai masih terbatas. Untuk itu, InJourney mengusulkan pemberian insentif bagi travel agent sebagai katalis promosi dan pengembangan kawasan, insentif finansial untuk aktivitas eksternal seperti produksi film yang mempromosikan destinasi utama, kolaborasi dengan travel agent global, hingga promosi berbasis industri kreatif.

Tak hanya itu, InJourney juga mendorong pembentukan Quality Tourism Fund sebagai dukungan pendanaan bagi penyelenggaraan event internasional seperti MotoGP, konser, dan berbagai global event lainnya.

“Melalui pemetaan isu ini, InJourney menegaskan kebutuhan kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan promosi destinasi berjalan dalam satu orkestrasi kebijakan. Target akhirnya jelas menciptakan pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi ekonomi lokal dan nasional,” tambah Maya Watono.

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha

Dialog ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku industri. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus bermitra erat dengan seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing global pariwisata Indonesia, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan serta ketangguhan ekonomi bagi bangsa.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |