Indonesia-Jepang Teken 10 MoU Senilai Rp 392,7 Triliun

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Jepang menandai babak baru kerja sama ekonomi dengan penandatanganan 10 Nota Kesepahaman (MoU) senilai USD 23,1 miliar atau setara Rp392,7 triliun. Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil utama dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Penandatanganan MoU tersebut menegaskan kuatnya kemitraan strategis kedua negara yang telah terjalin selama 68 tahun, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan.

Presiden Prabowo Subianto, menyatakan bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang selama ini didukung kontribusi besar perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor.

“Saya hadir di sini bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Dunia semakin mengecil. Tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang," ungkap Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

"Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan. Jika kita memiliki kepentingan bersama, kita akan menjaga masa kini dan masa depan,” tambah dia. 

Kerja Sama Strategis dan Peran Jepang di Indonesia

Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra utama Jepang di kawasan. Selama ini, Jepang tercatat sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia.

Jepang menempati peringkat ke-5 sebagai sumber investasi asing dengan nilai mencapai USD 3,13 miliar pada 2025. Investasi tersebut banyak mengalir ke sektor otomotif, transportasi, kimia, dan farmasi.

Selain itu, Jepang juga berperan dalam pembangunan infrastruktur besar melalui berbagai skema kerja sama, mulai dari transportasi, pelabuhan, hingga energi.

Presiden Prabowo menilai investasi Jepang memiliki kualitas tinggi, terutama dari sisi teknologi dan komitmen jangka panjang.

“Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia dan secara pribadi saya sangat menghargai hubungan ini,” ujarnya.

Fokus Masa Depan: Energi, Hilirisasi, dan Rantai Pasok

Ke depan, kerja sama Indonesia dan Jepang tidak hanya berfokus pada sektor tradisional, tetapi juga diarahkan pada solusi masa depan.

Pembaruan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) diharapkan memperkuat fondasi kerja sama melalui peningkatan akses pasar dan modernisasi ekonomi bilateral.

Tiga sektor utama menjadi fokus kerja sama, yakni transisi energi dan pertumbuhan hijau, transformasi industri dan hilirisasi, serta penguatan rantai pasok global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret mempererat kemitraan kedua negara.

“Pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret menuju pembangunan kemitraan yang lebih kuat. Indonesia percaya bahwa masa depan kemitraan ini terletak pada bekerja, berinovasi, dan bertumbuh bersama,” ujarnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |