Indonesia Ekspor Beras ke Arab Saudi Pekan Ini, Segini Jumlahnya

15 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan Indonesia akan melakukan ekspor beras ke Arab Saudi. Jumlahnya mencapai 2.280 ton untuk kebutuhan jemaah haji mendatang.

Zulkifli mengatakan, kepastian ini diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) ekspor beras kebutuhan jemaah haji.

"Kita akan ekspor beras ke Arab Saudi ya. Untuk tahap pertama ini, perdana ya, untuk perdana ini kira-kira 2.000 ton saudara-saudara sekalian, 2.280 ton ya," kata Zulkifli usai rapat di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dia menjelaskan, pengiriman tahap pertama akan dilakukan pada 28 Februari 2026, akhir pekan ini. Kemudian, pengiriman tahap kedua akan dilakukan pada 4 Maret 2026.

"Tanggal 28 (Februari 2026) ini kira-kira sudah akan diberangkatkan, nanti akan di-launching," ucapnya.

Rencananya, pelepasan ekspor beras perdana ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. "Tadi saya minta Pak Presiden, kata Pak Mensesneg Menko Pangan aja lah, ya nanti undang yang lain ya, Pak Mentan ya, jangan lupa, Mentan kerja keras soalnya itu," tandasnya.

Bulog Bakal Ekspor Beras ke Arab

Sebelumnya, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog memperkenalkan sekaligus menawarkan beras unggulannya kepada para importir Arab Saudi dalam kegiatan Bridging Supply and Service: Business Matching for Indonesian F&B Distributors and Hajj Catering Providers.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah sebagai upaya memperluas akses produk pangan Indonesia ke pasar Timur Tengah, khususnya untuk kebutuhan jemaah Haji dan Umrah.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengajak para importir mencicipi langsung nasi yang dimasak dari beras Indonesia. Para peserta juga diminta membandingkan kualitasnya dengan produk dari negara lain.

Dapat Respons Positif

Hasilnya, beras Bulog mendapat respons positif. Para importir menilai beras Indonesia memiliki tekstur pulen, aroma yang baik, serta cita rasa yang sesuai dengan preferensi konsumen di Arab Saudi.

Antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi peluang ekspor beras Bulog, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah pada musim mendatang.

Dalam paparannya, Direktur Utama Bulog menjelaskan bahwa beras super premium yang ditawarkan berasal dari gabah segar hasil panen petani Indonesia. Proses pengolahannya dilakukan melalui Rice Milling Unit (RMU) modern dengan standar mutu tinggi.

Pengusaha Arab Tertarik

Beras Bulog diproses dengan menjaga kadar air tetap stabil, tingkat pecahan rendah, serta telah melalui uji laboratorium. Produk tersebut juga dinyatakan memenuhi standar ekspor internasional.

“Alhamdulillah hari ini kami berada di KJRI Jeddah dalam rangka sosialisasi sekaligus menawarkan Beras Bulog untuk kebutuhan Haji 2026. Setelah pemaparan dan uji cita rasa bersama para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menarik minat mereka,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, kualitas beras Indonesia menjadi keunggulan utama dalam menghadapi persaingan global. Selain rasa, konsistensi pasokan dan standar produksi juga menjadi faktor penting yang diminati mitra luar negeri.

Bulog pun terus berupaya menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |