Indonesia dan AS Teken Tarif Resiprokal, Bos Kadin Bidik Investasi Melonjak

9 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membidik peningkatan investasi setelah ditekennya kesepakatan dagang tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). Langkah itu disebut menjadi sejarah baru bagi Indonesia.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menilai Agreement on Resiprocal Trade (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump akan jadi tonggak penting ekonomi kedua negara.

“Karena trade agreement yang akan ditandatangani oleh kedua negara ini benar-benar bisa menjadi suatu sejarah. Supaya perdagangan dan investasi-investasi selalu meningkat. Membawa lapangan kerja, membawa juga pertumbuhan,” kata Anin dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Dia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja nasional, termasuk di bidang teknologi, guna mendorong transformasi ekonomi ke arah industri bernilai tambah tinggi.

“Sehingga kita juga bisa menjadi negara maju yang makin hari akan mentransformasi ekonominya menjadi industri-industri yang lebih mempunyai nilai tambah,” kata Anin.

Sejalan dengan ART tadi, Anin membidik peningkatan ekspor produk alas kaki ke negeri Paman Sam. Hal ini didorong oleh perjanjian kerja sama antara Kadin Indonesia dan asosiasi pengusaha AS.

Bidik Tambahan Ekspor

Anin turut menandatangani Memorandum of Agreement atau Perjanjian Kerja Sama tentang Peningkatan Strategis Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Bilateral dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC).

Anin menyebut nilai ekspor alas kaki Indonesia ke AS saat ini sekitar USD 120 juta, sementara Vietnam telah mencapai USD 600 juta. “Nah itu hampir 4-5 kali lipatnya,” kata Anin.

“Jadi sekarang Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan itu semua selama bisa tetap kompetitif. Secara daripada tarif, harus kompetitif. Tapi Indonesia juga mempunyai kesempatan untuk meningkatkan jumlah dari para perdagangan yang tentunya akan membawa pertumbuhan Indonesia, lapangan kerja, dan lain-lain,” ujarnya.

Cari Investasi

Anin menambahkan, Kadin saat ini berfokus mendukung pelaku usaha yang telah aktif melakukan ekspor, antara lain di sektor garmen, tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik.

Namun, kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan perdagangan. Anin menegaskan pentingnya mendorong investasi AS masuk ke Indonesia.

“Ingat, bahwa di Indonesia ini dibutuhkan banyak investasi. Sampai 60 miliar dolar AS FDI, Foreign Direct Investment. Nah, ini juga salah satu cara untuk kita untuk mendapatkan ini semua,” ujar Anin.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |