HSG Tembus 9.000, Purbaya: Kalau Investor Enggak Percaya, Ngomong Berbusa Juga Tetap Jatuh

21 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tembus 9.000 imbas keyakinan investor. Terutama terhadap prospek perbaikan ekonomi Indonesia kedepannya.

Dia mengatakan, hal itu menjadi salah satu faktor paling penting yang menopang perkembangan pasar modal. Dia berkelakar, sekalipun bicara hingga berbusa, jika investor tidak yakin akan prospek ekonomi, IHSG tetap akan jatuh.

"Investor pasar modal kan forward oriented, kalau mereka ga percaya ke langkah-langkah kita walaupun saya ngomong sampai berbusa-busa, bursa tetap aja jatoh, investor ga akan masuk," kata Purbaya usai Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Namun, ketika investor semakin yakin terhadap langkah perbaikan ekonomi Tanah Air, imbasnya akan positif terhadap perusahaan di bursa saham. "Otomatis perusahaan-perusahaan yang listing di bursa juga untungnya makin gede, valuasi bursa juga akan naik. Itu makanya mereka gaakan mau ketinggalan masuk ke pasar modal," tutur dia.

Bendahara Negara ini memantau arus modal yang masuk ke Indonesia positif dalam tiga bulan terakhir. Hal itu jadi bukti keyakinan investor tersebut. Maka, prediksi IHSG tembus 10.000 tahun ini bukan perkara sulit.

"Jadi kalo kita lihat kan 3 bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu nunjukin bahwa ada perbalikan sentimen investor domestik maupun global terhadap perekonomian Indonesia yang kedepan kita harus jaga terus. Jadi kalau gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 gak susah-susah amat," jelas dia.

IHSG Positif

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kepercayaan investor domestik maupun internasional semakin baik ke prospek ekonomi Indonesia. Hal ini tercermin pada peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dia menjelaskan, IHSG melaju ke level yang positif sepanjang 2025. Pada Desember 2025, IHSG ditutup pada posisi 8.646,9.

"IHSG juga menunjukkan sentimen sudah balik paling enggak ke pasar modal kita, ini di bulan Desember tahun lalu (2025) itu di 8.646,9 itu naik 22,1 persen dibanding tahun lalu (2024)," ungkap Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Keyakinan Investor

Dia meyakini tren positif terus dicatat pada 2026, tahun ini. Hal tersebut dibuktikan langsung pada pekan kedua 2026 ini, IHSG sempat menyentuh level 9.000. Menurutnya, ini menunjukkan tren positif dari investor.

"Seperti ini akan berlanjut terus kenaikannya di tahun 2026 ini kalau anda lihat kan ini tadi sempat menembus 9.000 kan, jadi dari sisi sentimen ke perekonomian kita dari investor domestik maupun foreign udah balik," tutur dia.

"Itu pasti karena mereka melihat juga, walaupun belum penuh, impact dari program pembangunan yang disebutkan selama ini mereka melihat bahwa kita bekerja serius dan dampaknya ke perekonomian sudah mulai kelihatan, sehingga di akhir triwulan tahun lalu ekonomi sudah berbalik arah," jelas Purbaya.

IHSG Tembus 9.000

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Kamis (8/1/2026). Kenaikan IHSG terjadi di tengah sektor saham consumer nonsiklikal memimpin penguatan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,44% ke posisi 8.984,47 pada sesi pertama perdagangan saham. Indeks saham LQ45 bertambah 0,72% ke posisi 877,56. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 9.002,92 dan level terendah 8.930,57. Sebanyak 362 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 311 saham melemah sehingga bebani IHSG. 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.328.869 kali dengan volume perdagangan saham 32,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.784.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |