Hipmi Usul Impor 105.000 Mobil India Buat Kopdes Merah Putih Dibatalkan

19 hours ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta rencana impor 105.000 unit mobil dari India dibatalkan. Pembelian kendaraan diminta memanfaatkan hasil produksi dalam negeri

Hal ini merespons pengadaan yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang memboyong dua merek mobil asal India. Total 105.000 unit mobil pikap akan dipakai untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Kami memandang bahwa rencana pengadaan kendaraan operasional melalui skema impor Completely Built Up (CBU) perlu ditinjau kembali secara komprehensif," kata Sekretaris Jenderal Hipmi, Anggawira, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (23/2/2026).

Dia sejatinya menyadari, bantuan mobil itu bisa menurunkan biaya logistik dan mempercepat distribusi. Namun, dengan skala cukup banyak dan dana sekitar Rp 24 triliun, impor mobil India ini dipandang bersampak ke industri manufaktur RI.

"Pola impor CBU berpotensi menempatkan sebagian besar nilai tambah di luar negeri. Sebaliknya, skema perakitan lokal melalui CKD atau pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri dapat mengalihkan nilai tersebut ke ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok industri komponen, serta peningkatan kapasitas tenaga kerja terampil," Anggawira menambahkan.

Lalu, dengan tingkat kandungan lokal sebesar 40–60 persen, belanja pemerintah dalam program ini berpotensi menjadi pengungkit aktivitas produksi domestik. Pada saat yang sama memberikan efek ganda terhadap sektor industri pendukung seperti baja, sistem kelistrikan, ban, kaca, logistik, hingga jasa perawatan kendaraan.

Kerek Industrialisasi Nasional

Anggawira mengatakan, KDKMP seharusnya juga berperan untuk meningkatkan utilisasi industri di Tanah Air. Hal tersebut bisa dicapai dengan menyerap kendaraan lokal.

"Saya menilai bahwa program KDMP seharusnya tidak berhenti pada penyediaan armada logistik desa semata, tetapi dapat diarahkan sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional yang lebih luas," ujarnya.

Pembentukan Kapasitas Industri Nasional

Dia menuturkan, skema pengadaan perlu mengedepankan kewajiban investasi fasilitas perakitan di dalam negeri, transfer teknologi, serta peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap.

Keputusan mengenai impor atau produksi lokal bukan hanya persoalan kecepatan pengadaan, tetapi juga menyangkut arah pembentukan kapasitas industri nasional dalam jangka panjang. 

"Oleh karena itu, HIPMI mendorong agar implementasi Koperasi Desa Merah Putih dapat sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan industri otomotif nasional yang berkelanjutan," ujar Anggawira.

Agrinas Pangan Impor 105 Ribu Mobil India

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara telah memulai impor 105.000 unit mobil pick-up dari produsen di India. Mobil ini didatangkan untuk memenuhi kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengamini prosesnya sudah berjalan. "Sudah (mulai impor)," kata Joao saat dihubungi awak media, Jumat (20/2/2026).

Ada dua produsen asal India yang akan memasok mobil ke Indonesia. Pertama, Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M) yang akan mengirimkan 35.000 unit mobil Single-Cab Scorpio Pik Up ke Indonesia.

CEO Divisi Otomotif, Mahindra & Mahindra Ltd., Nalinikanth Gollagunta, menyatakan dukungannya terhadap perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui pengadaan kendaraan untuk operasional.

35 Ribu Unit dari Mahindra

"Kami menantikan kemitraan ini dan untuk mendukung Koperasi Indonesia melalui kerja sama kami dengan Agrinas Pangan Nusantara," ujar Nalinikanth dalam keterangan resminya.

Dengan menghadirkan Scorpio Pik Up sebagai bagian dari Koperasi, pihaknya berambisi memperkuat tulang punggung logistik yang andal untuk menghubungkan para petani ke pasar secara lebih efisien. 

"Pik Up kami dirancang untuk beroperasi dalam kondisi berat sekaligus menjaga biaya operasional tetap minimal," ucapnya.

Impor 70 Ribu dari Tata Motors

Kedua, Tata Motors Limited melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia yang akan mengirimkan 70.000 unit mobil untuk KDMP. Sehingga totalnya mencapai 105.000 unit mobil pikap yang diimpor oleh Agrinas Pangan Nusantara.

Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim turut menyambut baik puluhan ribu kendaraan yang dipesan tersebut.

“Pesanan ini mencerminkan terus meningkatnya penerimaan kendaraan komersial asal India di pasar internasional serta kepercayaan pelanggan terhadap kemampuannya untuk beroperasi secara andal di berbagai kondisi," kata dia.

"Kami tetap berkomitmen untuk memperluas jejak global solusi mobilitas India melalui kendaraan dan penawaran yang menggabungkan skala, keandalan, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi pelanggan kami," sambung Asif.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |