Harga Plastik dan Kedelai Naik, Harga Tempe Siap-Siap Ikut Melonjak

7 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga plastik otomatis bakal membuat harga tempe di pasar ikut naik. Terlebih, harga kedelai impor sudah melambung terlebih dahulu.

Lonjakan harga tempe terjadi lantaran plastik merupakan salah satu bahan baku dalam proses produksi.

"Contoh, tempe itu sekarang lebih banyak menggunakan plastik dibanding daun, karena daun lebih mahal harganya. Sekarang kebalik, pasti justru (plastik) lebih mahal dibanding daun. Tempe ada kenaikan, itu pasti tuh," ujar Mansuri kepada Liputan6.com, Selasa (7/4/20269.

Kendati begitu, ia belum bisa menghitung secara pasti berapa besar harga tempe secara rata-rata bakal naik. "Kalau berapa persennya saya pastikan kembali, karena tempe itu ada akumulasi. Kedelai naik, harga plastik naik," imbuh dia.

Secara umum, Mansuri menyebut bahwa kenaikan harga plastik otomatis berdampak terhadap arus kas pedagang pasar yang masih mengandalkan kresek sebagai wadah.

"Soal lonjakan harga plastik yang berpengaruh terhadap pengeluaran itu berapa persen, untuk case plastik pada pedagang yang menggunakan plastik sebagai bahannya, kenaikannya hingga 20 persen pengeluarannya," terang dia.

Ganggu Arus Kas Pedagang

Meskipun harga jual barang dagangannya naik imbas plastik, pemasukan yang diterima pedagang tidak serta merta bertambah. Lantaran pihak pedagang harus menanggung tambahan ongkos untuk pengadaan plastik.

Kendati begitu, harga plastik naik juga bisa diakali agar harga barang jualan tidak ikut terangkat. Mansuri memberi contoh, pedagang bisa saja tidak menaikan harga produk jualannya, namun mengurangi kuantitas.

"Itu membuat kita bisa menaikan harga jualnya, atau kita menahan tetapi mengurangi barang yang ada. Contoh, pedagang es buah akan mengurangi buahnya untuk mengakumulasikan harga plastiknya. Ini contoh aja ya," ungkap dia.

Dorong Pedagang dan Pembeli Cari Substitusi

Menyikapi hal ini, Mansuri lantas mendorong pihak pedagang maupun konsumen untuk mencari substitusi plastik sebagai wadah belanjaan. Semisal untuk konsumen atau pembeli, dengan membawa tas belanjaan sendiri.

"Ini momentum sebenarnya yang penting untuk dilaksanakan, adalah momentum untuk mendorong agar ada substitusi, ada perubahan kebiasaan, ada momentum untuk mendorong agar masyarakat kembali menggunakan tas belanjaan, tas anyaman, atau menggunakan bahan-bahan yang memungkinkan untuk bisa digunakan berulang kali," bebernya.

Di sisi lain, ia melihat kenaikan harga plastik sebagai momentum untuk turut mengangkat produk UMKM. Dalam hal ini pemakaian tas anyaman sebagai pengganti plastik.

"Ini yang terus kami dorong, ada upaya IKAPPI untuk membuat momentum ini sebagai momentum gerakan ayo belanja menggunakan tas anyaman produk UMKM atau membawa dari rumah dan menggunakan itu sebagai tempat berbelanja," tuturnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |