Harga Perak Hari Ini 4 April 2026: Segini Harga di Antam dan Global

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan harga perak pada Sabtu, 4 April 2026, menunjukkan dinamika yang berbeda antara pasar domestik dan global. Di Indonesia, harga perak batangan PT Aneka Tambang (Antam) terpantau stabil di level Rp 46.550 setelah mengalami penurunan signifikan pada sesi sebelumnya. Stabilitas ini memberikan sedikit jeda bagi investor setelah volatilitas yang terjadi.

Kondisi berbeda terjadi di pasar global, di mana harga perak spot mengalami koreksi tajam. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang berdampak pada komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut. Investor global kini mencermati berbagai faktor makroekonomi yang memengaruhi nilai logam mulia ini.

Fluktuasi harga perak ini menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar dan investor. Pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor pendorong perubahan harga sangat penting untuk pengambilan keputusan investasi yang tepat. Artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai kondisi harga perak hari ini dan apa saja yang memengaruhinya.

Dinamika Harga Perak Domestik Antam Stabil di Tengah Volatilitas

Pada Sabtu, 4 April 2026, harga perak batangan Antam dilaporkan bertahan di level Rp 46.550 per gram. Sedangkan harga perak Antam pada Jumat, 3 April 2026, mengalami penurunan menjadi Rp 46.550 per gram. Penurunan ini sebesar Rp 1.500 dibandingkan hari sebelumnya.

Koreksi harga ini terjadi setelah sehari sebelumnya, pada Kamis, 2 April 2026, harga perak sempat menguat Rp 500 menjadi Rp 48.050 per gram. Dinamika ini mencerminkan fluktuasi pasar logam mulia yang perlu dicermati investor.

Perak Antam kini menjadi sorotan sebagai alternatif investasi yang menarik, terutama ketika harga emas dianggap tinggi. Penurunan harga ini juga sejalan dengan tren pelemahan harga perak di pasar global.

Selain itu, penurunan harga perak Antam ini juga seirama dengan penurunan harga emas Antam. harga emas Antam hari ini ditetapkan Rp 2.857.000 per gram. Turun Rp 65.000 dibanding dengan perdagangan sebelumnya yang dibanderol Rp 2.922.000 per gram.

Koreksi Harga Perak Spot Global Anjlok Signifikan

Berbeda dengan pasar domestik, harga perak spot global mengalami penurunan yang cukup tajam pada 4 April 2026. Harga perak spot tercatat turun 2,76% ke level US$ 73 per ons troi. Koreksi ini menandai tekanan jual yang kuat di pasar internasional.

Pada akhir sesi perdagangan Kamis, 2 April 2026, harga perak dunia berdasarkan data Refinitiv berada di US$ 72,99 per troy ons. Penurunan berlanjut pada 3 April 2026, di mana perak jatuh menjadi US$ 72,99 per t.oz, turun 0,04% dari hari sebelumnya.

Di Comex, perak untuk penyerahan Mei juga merasakan dampaknya, jatuh 0,32% dan diperdagangkan pada US$ 72,92 per troy ons pada 3 April 2026. Secara historis, perak pernah mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 121,64 per t.oz pada Januari 2026, menunjukkan potensi keuntungan yang besar namun juga volatilitas yang tinggi.

Faktor-Faktor Utama Pendorong Fluktuasi Harga Perak

Beberapa faktor fundamental berperan penting dalam memengaruhi pergerakan harga perak di pasar global maupun domestik. Salah satu pemicu utama penurunan harga perak adalah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Dolar AS yang lebih kuat membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga menekan permintaan dan berujung pada penurunan harga.

Kekhawatiran inflasi dan ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama juga turut memengaruhi harga perak. Pasar baru-baru ini cenderung mengesampingkan pemotongan suku bunga AS pada tahun 2026, yang dapat mengurangi daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai inflasi. Hal ini menciptakan lingkungan yang kurang kondusif bagi kenaikan harga perak.

Tensi geopolitik global juga menjadi faktor signifikan. Lonjakan harga minyak akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai Iran, turut memperburuk tekanan terhadap logam mulia, termasuk perak. Ketidakpastian geopolitik seringkali memicu investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman, namun dalam beberapa kasus, dapat juga menciptakan volatilitas yang menekan harga.

Sentimen pasar global secara keseluruhan juga memainkan peran krusial. Pasar perak seringkali mengalami fluktuasi yang signifikan dan tanpa arah yang jelas, karena investor mempertimbangkan berbagai faktor makroekonomi seperti pergerakan suku bunga, kekuatan dolar AS, dan selera risiko di pasar keuangan. Meskipun ada pemulihan harga perak pada minggu pertama April, tekanan tetap ada dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |