Liputan6.com, Jakarta - Harga Perak yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk atau harga perak Antam menunjukkan tren negatif pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, dengan penurunan yang cukup signifikan. Dikutip dari laman Logam Mulia, Jumat (9/1/2026), komoditas logam mulia ini tercatat anjlok Rp 1.215 per gram, membawa harganya ke level Rp 47.900 per gram dari posisi sebelumnya Rp 49.115 per gram.
Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya, menarik perhatian para investor dan pelaku pasar.
Pelemahan harga perak ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, termasuk aksi ambil untung (profit-taking) dan likuidasi posisi beli oleh pedagang berjangka jangka pendek. Selain itu, pergerakan teknikal perak dinilai telah membentuk pola grafik yang cenderung bearish, menandakan potensi penurunan lebih lanjut di pasar.
Berbeda dengan perak, harga emas Antam justru menunjukkan kenaikan pada hari yang sama, mengindikasikan dinamika pasar logam mulia yang kontras.
Kenaikan harga emas ini sejalan dengan perkembangan harga emas dunia, memperkuat posisinya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga Perak Antam: Tren Penurunan dan Pemicunya
Pada Jumat, 9 Januari 2026, Harga Perak Antam mengalami koreksi tajam, menukik Rp 1.215 per gram. Harga per gram perak Antam kini berada di angka Rp 47.900, setelah sebelumnya ditutup pada Rp 49.115 per gram. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari tren negatif yang telah terlihat dalam beberapa waktu terakhir, di mana harga perak menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Anjloknya harga perak ini dipicu oleh dua faktor utama di pasar berjangka. Pertama, adanya aksi ambil untung yang dilakukan oleh para investor setelah periode kenaikan harga. Kedua, terjadi likuidasi posisi beli oleh pedagang berjangka jangka pendek yang ingin mengamankan keuntungan mereka.
Analisis teknikal juga menunjukkan bahwa pergerakan harga perak telah membentuk pola grafik yang mengindikasikan sentimen bearish, mendorong lebih banyak tekanan jual di pasar.
Volatilitas harga perak Antam memang telah menjadi perhatian. Sebagai contoh, pada 22 Desember 2025, harga perak sempat menguat Rp 150 menjadi Rp 41.565 per gram, dan pada 26 Desember 2025, naik Rp 900 menjadi Rp 44.965 per gram.
Namun, pada 18 Desember 2025, harga melonjak signifikan Rp 1.300 mencapai Rp 40.820 dari Rp 39.520. Pergerakan harga yang fluktuatif ini menunjukkan sensitivitas pasar perak terhadap sentimen investor dan kondisi ekonomi makro.
Rincian Harga Perak Batangan untuk Investasi
Bagi investor yang tertarik pada logam mulia, Antam menyediakan perak batangan sebagai alternatif investasi yang menarik. Perak batangan Antam diproduksi dengan akurasi tinggi dan memiliki kemurnian yang terjamin. Pada 9 Januari 2026, perak batangan 250 gram dibanderol seharga Rp 12.375.000, sementara perak batangan 500 gram ditawarkan seharga Rp 23.950.000.
Penting untuk dicatat bahwa harga-harga tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, untuk informasi harga perak resmi Antam yang sudah termasuk PPN 11%, pada 7 Januari 2026, perak murni 250 gram dijual seharga Rp 14.559.038, dan ukuran 500 gram mencapai Rp 28.230.075.
Antam juga menawarkan perak jenis Heritage, seperti ukuran 31,1 gram seharga Rp 2.363.979 dan 186,6 gram seharga Rp 12.938.943, yang juga sudah termasuk PPN.
Investasi pada perak batangan dapat menjadi diversifikasi portofolio yang baik, terutama di tengah ketidakpastian pasar saham dan obligasi. Ketersediaan berbagai ukuran perak batangan memungkinkan investor untuk memilih sesuai dengan kapasitas dan tujuan investasi mereka. Informasi detail mengenai harga dasar dan harga termasuk PPN dapat diakses melalui laman resmi Logam Mulia Antam.
Kontras dengan Kenaikan Harga Emas Antam
Berbeda dengan nasib harga perak Antam yang melemah, harga emas Antam justru menunjukkan performa positif pada Jumat, 9 Januari 2026. Harga emas per gram tercatat naik Rp 7.000, mencapai Rp 2.577.000 dari harga sebelumnya Rp 2.570.000 per gram. Kenaikan ini sejalan dengan tren harga emas di pasar global yang juga menguat.
Emas secara tradisional dikenal sebagai aset safe haven, yang cenderung diminati investor saat kondisi ekonomi tidak menentu atau terjadi gejolak pasar. Peningkatan harga emas Antam ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap logam mulia sebagai pelindung nilai dari inflasi dan fluktuasi mata uang.
Dinamika harga antara perak dan emas seringkali menunjukkan pola yang berbeda, meskipun keduanya adalah logam mulia. Sementara perak lebih rentan terhadap sentimen industri dan spekulasi jangka pendek, emas cenderung lebih stabil dan menjadi pilihan utama untuk investasi jangka panjang. Pergerakan harga yang kontras ini menyoroti kompleksitas pasar logam mulia dan pentingnya analisis mendalam bagi para investor.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468655/original/028465300_1767966113-Diskusi_Danantara-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354392/original/068395000_1758248186-063_1134817584.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468615/original/024879700_1767962697-Corporate_Secretary_PT_Pertamina__Arya_Dwi_Paramita_di_BNPB-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468560/original/031395000_1767956777-Direktur_Utama_Perum_Bulog__Ahmad_Rizal_Ramdhani-1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468576/original/002050900_1767958012-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-9_Januari_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445028/original/061649700_1765798358-IMG-20251215-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468582/original/095920700_1767958842-Perlintasan_sebidang_dan_jalur_KA_untuk_area_Jabodetabek.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468559/original/042673200_1767956731-Direktur_Utama_Perum_Bulog__Ahmad_Rizal_Ramdhani.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5252086/original/007300100_1749857885-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2874544/original/085220700_1565089512-20190806-Pemanfaatan-Tenaga-Surya-Sebagai-Sumber-Energi-Listrik-Alternatif3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445754/original/014057700_1765863817-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427942/original/088106400_1764463850-IMG_8736.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5105487/original/077300900_1737539411-IMG-20250122-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468139/original/081083600_1767942445-WhatsApp_Image_2026-01-09_at_14.03.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4184395/original/026585700_1665141029-FOTO.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349931/original/025810500_1757942394-AP25248772964198.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345137/original/039546900_1757507069-men3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3584538/original/038922100_1632728900-Screenshot_20210927-135735_Zoom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856586/original/057210700_1717754530-WhatsApp_Image_2024-06-07_at_16.53.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296049/original/086416800_1753515958-WhatsApp_Image_2025-07-26_at_14.23.55_53764f73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)