Liputan6.com, Jakarta - Pada Selasa, 28 April 2026, harga perak yang diperdagangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan pergerakan yang menarik bagi para investor. Harga perak Antam naik tipis, menjadi sorotan di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. Penurunan ini memberikan gambaran tentang bagaimana sentimen pasar memengaruhi nilai aset berharga.
Harga perak Antam tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp 500 per gram pada hari ini, mencapai level Rp 48.850 per gram dari posisi sebelumnya di Rp 48.350 per gram. Pergerakan ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar yang memantau investasi logam mulia.
Meskipun demikian, stabilitas permintaan domestik untuk perak batangan tetap terjaga karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan emas.
Kenaikan harga perak Antam ini sejalan dengan tren yang juga terjadi pada harga emas antam, mencerminkan pengaruh kuat dari sentimen pasar global. Fluktuasi nilai dolar Amerika Serikat dan kondisi ekonomi dunia menjadi faktor utama yang turut membentuk pergerakan harga komoditas ini. Investor perlu mempertimbangkan faktor-faktor eksternal ini dalam mengambil keputusan investasi.
Pergerakan Harga Perak Antam pada 28 April 2026
Pada perdagangan 28 April 2026, harga perak Antam menunjukkan koreksi dengan kenaikan Rp 500 per gram, menetapkan harga di Rp 48.850 per gram. Angka ini merupakan penurunan dari harga sebelumnya yang berada di level Rp 48.350 per gram. Meskipun ada laporan yang menyebutkan harga stabil atau bahkan melesat, data terkini menunjukkan adanya sedikit penurunan.
Pergerakan harga perak Antam cenderung mengikuti tren koreksi yang juga dialami oleh emas Antam, karena dipengaruhi oleh sentimen pasar global.
Faktor-faktor seperti pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan kondisi ekonomi global menjadi penentu utama. Stabilitas harga perak pada hari tersebut, meskipun dengan sedikit koreksi, tetap memberikan sinyal positif bagi investor yang mencari diversifikasi portofolio.
Dalam skala mingguan, harga perak Antam menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan, dengan total koreksi Rp 1.800 per gram. Harga telah melemah dari Rp 50.500 per gram di awal pekan menjadi Rp 48.700 per gram di akhir pekan, atau sekitar 3,56 persen.
Penurunan paling tajam terjadi pada Rabu, 22 April 2026, ketika harga perak terkoreksi hingga Rp 1.500 per gram dalam satu hari.
Jenis dan Harga Perak Antam untuk Investasi
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyediakan berbagai jenis produk perak yang dapat menjadi pilihan investasi maupun bahan baku industri. Salah satu produk yang tersedia adalah perak butiran murni 99,95%, yang banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk kerajinan dan industri perhiasan. Ketersediaan perak butiran ini menunjukkan peran Antam dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Untuk investor yang mencari aset fisik, Antam menawarkan perak batangan dalam berbagai ukuran. Perak batangan 250 gram, misalnya, dibanderol sekitar Rp 12.737.500 pada 28 April 2026, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Selain itu, perak batangan 500 gram dijual di kisaran Rp 24.550.000 pada tanggal yang sama, juga belum termasuk PPN.
Antam juga menghadirkan produk Perak Heritage yang memiliki nilai estetika dan koleksi yang unik. Contohnya, Perak Heritage 31,1 gram memiliki harga dasar Rp 2.051.487, dengan PPN 11% menjadi Rp 2.277.151.
Ada pula Perak Heritage 186,6 gram dengan harga dasar Rp 11.187.406, dan setelah PPN 11% menjadi Rp 12.418.021.
Produk heritage ini menjadi alternatif menarik bagi investor yang menginginkan varian perak dengan karakteristik berbeda.
Faktor Penentu Harga Perak Antam
Pergerakan harga perak, baik di pasar global maupun domestik, dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental yang kompleks. Salah satu penentu utama adalah nilai tukarnya terhadap Dolar AS (XAG/USD), di mana penguatan dolar seringkali menekan harga komoditas termasuk perak. Investor perlu mencermati fluktuasi mata uang global untuk memprediksi arah harga perak.
Dinamika permintaan dan penawaran di pasar global juga memainkan peran krusial dalam membentuk tren harga perak. Perubahan teknologi, daur ulang perak, serta kondisi ekonomi makro secara keseluruhan turut berkontribusi pada fluktuasi harga. Misalnya, peningkatan penggunaan perak dalam industri teknologi baru dapat mendorong permintaan dan harga.
Minat investor terhadap aset safe haven menjadi faktor penting, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketika kondisi ekonomi tidak menentu, banyak investor beralih ke logam mulia seperti perak sebagai pelindung nilai, yang dapat mendorong kenaikan harga. Nilai tukar dolar AS dan rasio Emas-Perak juga menjadi indikator penting yang diamati oleh para analis untuk memahami potensi pergerakan harga perak di masa mendatang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568043/original/081874300_1777348497-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565685/original/015970400_1777073651-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_06.24.20.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567738/original/079313200_1777330646-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567735/original/094646800_1777330643-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567821/original/064751300_1777340188-Kecelakaan_Bekasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567819/original/019325200_1777340139-Korban_Kecelakaan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4837500/original/089462600_1716195908-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567749/original/021231900_1777332665-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567652/original/022159600_1777302854-Jepretan_Layar_2026-04-24_pukul_22.07.01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566434/original/071535000_1777184776-WhatsApp_Image_2026-04-26_at_13.13.52.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567700/original/039667800_1777308760-IMG_4031.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567699/original/044644800_1777308658-Proses_evakuasi_korban_tabrakan_kereta_di_Bekasi__5_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567686/original/032646800_1777305504-Screenshot_2026-04-27_225625.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462583/original/053307500_1767584273-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567533/original/041820600_1777286274-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_16.31.25.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460953/original/074159500_1767329160-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_10.23.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567528/original/089697100_1777285736-958c628a-f691-40b1-b5d8-55dbc010d171.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298767/original/009113000_1753771561-ChatGPT_Image_Jul_29__2025__01_39_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060123/original/044622900_1734755477-1734751481183_tips-membeli-emas-perhiasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3601860/original/065983700_1634177953-000_9PJ4CW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457831/original/061087900_1767059706-04b2abd5-8e52-4017-9f04-51667654d0cd.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350921/original/021950500_1758011042-Gemini_Generated_Image_5ndq1c5ndq1c5ndq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500395/original/031439800_1770863987-IMG_9906.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469930/original/003679600_1768191721-Depositphotos_20063789_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2223019/original/002199300_1526975195-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462039/original/059715200_1767501896-eb7a855e-41aa-4aed-9f9b-682a9ff4172a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337099/original/045821000_1609328706-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188318/original/047441700_1595493633-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459918/original/090733700_1767180752-1000194105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2849793/original/011745700_1562754395-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)