Harga Pangan Hari Ini 20 Januari 2026: Harga Cabai Tembus Segini di Awal Ramadan

17 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah Rp95.500 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp35.600 per kg.

Dikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026), berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Jumat pukul 09.06 WIB selain cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah Rp51.550 per kg, lalu bawang putih di harga Rp43.500 per kg.

Selain itu beras kualitas bawah I di harga Rp14.500 per kg, beras kualitas bawah II Rp15.150 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp16.550 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp15.700 per kg.

Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.050 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.800 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp50.300 per kg, cabai merah keriting Rp65.000 per kg, dan cabai rawit hijau Rp61.250 per kg.

Kemudian, daging ayam ras di harga Rp43.750 per kg, daging sapi kualitas I Rp138.500 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp132.200 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.000 per kg, gula pasir lokal Rp18.800 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp20.650 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp23.750 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp22.550 per liter.

Harga Cabai Merah Makin Pedas, Bapanas Ungkap Penyebabnya

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap penyebab harga cabai rawit merah tembus Rp 100.000 per kilogram (kg). Curah hujan tinggi membuat petani tidak memanen hasilnya. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa memastikan kenaikan harga cabai bukan karena tidak tersedianya stok cabai. Hanya saja, cuaca ekstrem tadi membuat petani menahan diri.

"Ini hujan yang menyebabkan memang. Kita bukan tidak ada barang. Barang sangat banyak di standing crop-nya (tanaman siap panen), tapi tidak ada yang berani metik karena hujan. Begitu hujan tinggi, tidak ada cabai, tidak bisa ada yang metik. Ini menjadi tantangan tersendiri," kata Ketut, mengutip keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).

Solusinya, pemerintah telah meramu respons cepat dengan menjembatani stok CRM dari daerah produsen ke para pedagang di pasar-pasar induk, seperti Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) dan Tanah Tinggi. 

Harapannya pasokan CRM dari Champion Cabai binaan Kementerian Pertanian (Kementan) yang harganya masih wajar, dapat meredakan harga cabai rawit merah untuk masyarakat di Ramadan ini.

"Kami upayakan, kemarin kami sudah lakukan rapat dengan Champion. Hari ini teman-teman mencari lokasi. Kemungkinan dapat di Bandung dan sekitarnya, Lembang dan lain sebagainya. Nah kita akan dorong ke pasar induk. Jadi pasar induk kita kasih banyak cabai dulu, biar agak turun di pasar induk," kata Ketut.

Harga Cabai dari Petani

Rencananya pasokan CRM yang akan dikirimkan ke PIKJ dibanderol harga Rp 45.000 per kilogram (kg) di tingkat petani. Pedagang PIKJ siap menyerap dengan harga Rp 50.000 per kg dan ditargetkan akan melepas secara eceran ke konsumen di kisaran harga Rp 60.000 sampai 65.000 per kg.

Champion Cabai binaan Kementan yang terlibat antara lain berasal dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Enrekang Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Solok Sumatera Barat sampai Aceh. Pasokan yang disuplai ditargetkan minimal dapat mencapai 2 ton per hari selama 2 minggu ke depan.

"Karena kalau tidak turun, tidak kita serbu begini, tidak akan bisa turun. Harga bisa tetap di posisi Rp 75 sampai 80 ribu. Bahkan nanti di hilir bisa mencapai ratusan ribu. Kita akan dorong ke PIKJ dan Pasar Tanah Tinggi. Dua pasar ini harus kita dorong dulu, sehingga mereka bisa menurunkan Rp 10 ribu sampai 15 ribu," jelas Ketut.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |