Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Senin setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meningkatkan tekanan kepada negara-negara sekutu untuk membantu melindungi lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Mengutip CNBC, Selasa (17/3/2026), harga minyak mentah acuan internasional Brent turun 2,84% dan ditutup di level USD 100,21 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat merosot 5,28% menjadi USD 93,50 per barel.
Sebelumnya pada sesi perdagangan yang sama, harga minyak mentah AS sempat menembus level USD 100 per barel.
Meski mengalami koreksi, harga minyak masih berada di level tinggi setelah melonjak sekitar 40% sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
Gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz menjadi faktor utama lonjakan harga tersebut.
Bahkan, pada pekan lalu harga Brent sempat ditutup di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam empat tahun.
Trump Tekan Sekutu untuk Lindungi Tanker
Presiden Donald Trump mengatakan Gedung Putih akan segera mengumumkan negara-negara yang bersedia bergabung dalam koalisi untuk melindungi kapal tanker di Selat Hormuz.
Namun, ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap beberapa negara sekutu yang enggan ikut serta dalam upaya tersebut.
“Sebagian sangat antusias, dan sebagian lagi kurang antusias,” kata Trump kepada wartawan.
“Saya juga memperkirakan ada beberapa yang tidak akan melakukannya. Saya pikir ada satu atau dua negara yang tidak mau, padahal kami telah melindungi mereka selama sekitar 40 tahun dengan biaya puluhan miliar dolar," kata Trump.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah Amerika Serikat masih mengizinkan kapal tanker minyak Iran melintasi Selat Hormuz.
Jalur laut sempit tersebut merupakan titik penting distribusi energi global yang biasanya mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia.
“Kapal-kapal Iran sebenarnya sudah mulai keluar dan kami membiarkannya terjadi demi memasok kebutuhan energi dunia,” ujar Bessent kepada CNBC.
Ancaman Serangan ke Infrastruktur Minyak Iran
Ketegangan semakin meningkat setelah Trump mengungkapkan bahwa serangan militer AS terhadap Pulau Kharg di Iran telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.
Dalam wawancara dengan NBC News yang dipublikasikan pada Sabtu, Trump bahkan mengatakan bahwa AS mungkin akan kembali menyerang pulau tersebut.
“Kami mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang,” kata Trump.
Sebelumnya, Presiden AS itu memerintahkan serangan terhadap aset militer Iran di Pulau Kharg pada Jumat.
Trump mengatakan serangan tersebut tidak merusak fasilitas minyak di pulau tersebut. Namun, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa saja menargetkan infrastruktur minyak mentah jika Iran terus menyerang kapal tanker di Selat Hormuz.
Pulau Kharg sendiri merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.
Pulau Kharg Jadi Pusat Ekspor Minyak Iran
Pemerintah AS berencana mengumumkan dalam waktu dekat negara-negara yang akan membantu mengawal kapal tanker minyak di Selat Hormuz, menurut laporan The Wall Street Journal.
Namun, para pejabat masih membahas apakah operasi tersebut akan dimulai sebelum perang berakhir atau setelah konflik mereda.
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, kembali menegaskan ancaman Trump untuk menyerang infrastruktur minyak Iran.
Sekitar 90% ekspor minyak Iran dikirim melalui Pulau Kharg, menurut data JPMorgan.
Sementara itu, data OPEC menunjukkan Iran memproduksi sekitar 3,2 juta barel minyak per hari pada Februari.
“Untuk saat ini ia sengaja hanya menargetkan infrastruktur militer,” kata Waltz dalam wawancara dengan CNN.
“Namun saya yakin ia akan mempertahankan opsi untuk menyerang infrastruktur energi jika diperlukan.”
Krisis Pasokan Minyak Terbesar dalam Sejarah
Para analis menilai serangan AS di Pulau Kharg serta ancaman terhadap infrastruktur energi Iran merupakan eskalasi besar dalam konflik yang sedang berlangsung.
Kepala strategi komoditas global JPMorgan, Natasha Kaneva, mengatakan serangan langsung ke terminal ekspor Iran di pulau tersebut dapat menghentikan sebagian besar ekspor minyak negara itu yang mencapai 1,5 juta barel per hari.
Menurutnya, langkah tersebut kemungkinan akan memicu pembalasan keras dari Iran, baik di Selat Hormuz maupun terhadap infrastruktur energi di kawasan.
Penutupan Selat Hormuz sendiri telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Lebih dari 30 negara bahkan sepakat melepas sekitar 400 juta barel cadangan minyak untuk meredakan krisis pasokan. Amerika Serikat sendiri akan melepas 172 juta barel dari Strategic Petroleum Reserve.
Lepas Cadangan Minyak
Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris menyatakan negara-negara Asia akan mulai melepas cadangan minyak darurat segera, sementara negara-negara di Amerika dan Eropa akan menyusul pada akhir Maret.
Meski demikian, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan belum ada jaminan harga minyak akan turun dalam waktu dekat.
“Tidak ada jaminan apa pun dalam perang,” kata Wright kepada ABC News.
“Saya bisa memastikan situasinya akan jauh lebih buruk tanpa operasi militer untuk melemahkan rezim Iran.”

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314987/original/053706700_1755147164-063_2197310835.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532484/original/016854000_1773652800-WhatsApp_Image_2026-03-16_at_16.18.35__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532015/original/069556600_1773639480-IMG-20260316-WA0007.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532710/original/076423100_1773668438-IMG_0258.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532694/original/090894000_1773668059-IMG_0257.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532640/original/049975100_1773662182-Screenshot_20260316_175520_Gallery_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532572/original/008901700_1773655943-Tol_Bocimi-16_Maret_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532450/original/073728100_1773652156-PLN-16_Maret_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282588/original/045207500_1672910856-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529572/original/028252500_1773371796-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_14.40.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4053875/original/070526100_1655287334-Rencana_BEA_Materai_untuk_belanja_Daring-Johan-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2824831/original/073757400_1560140444-20190610-Hari-Pertama-Kerja_-PNS-DKI-Langsung-Aktif-Bekerja2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532335/original/084744400_1773648315-Menteri_PKP_Maruarar_Sirait-16_Maret_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1171883/original/027550000_1458037827-20160315-Hari-ini-BBM-turun-Rp-200-Angga-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532252/original/023971100_1773645904-Deputi_Bidang_Pengawasan_dan_Pengendalian_Manajemen_ASN__Hardianawati.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526255/original/056299800_1773115830-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532203/original/033865300_1773644465-ffdb5480-b963-4b7a-9afa-2bc1f06ad038.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532160/original/014526700_1773643391-Layanan_kas_keliling_di_Bandara_Soetta.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3648590/original/013335800_1638268938-20211130-Listrik-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156442/original/088611200_1663062671-Emas6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5251040/original/029055300_1749781714-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_08.54.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426349/original/015413400_1764302595-Tumbler_Tuku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5295262/original/098760000_1753431699-Gemini_Generated_Image_mluj6mluj6mluj6m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408219/original/084871800_1762766172-Menteri_ESDM_Bahlil_Lahadalia-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3458467/original/039196400_1621321943-20210518-Harga-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1013558/original/005420700_1444269375-rupiah230715.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5297066/original/050946000_1753669763-Gemini_Generated_Image_4l859a4l859a4l85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426784/original/044200700_1764317615-1.jpg)