Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak turun pada perdagangan hari ini Selasa (Rabu waktu Jakarta), karena pasar mempertimbangkan ekspektasi pasokan global yang melimpah tahun ini di tengah ketidakpastian seputar produksi minyak mentah Venezuela setelah AS menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Dikutip dari CNBC, Rabu (7/12/2025), harga minyak mentah Brent turun 1,72%, atau USD 1,06, menjadi USD 60,70 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup pada level USD 57,13 per barel, turun 2,04%, atau USD 1,19.
"Terlalu dini untuk mengevaluasi dampak dari penguasaan Nicolas Maduro terhadap keseimbangan minyak. Namun demikian, yang tampak jelas adalah bahwa pasokan minyak akan mencukupi pada tahun 2026, dengan atau tanpa peningkatan produksi dari anggota OPEC,” kata Analis PVM Oil, Tamas Varga.
Para pelaku pasar yang disurvei oleh Reuters pada bulan Desember mengatakan mereka memperkirakan harga minyak akan berada di bawah tekanan pada tahun 2026 karena meningkatnya pasokan dan lemahnya permintaan.
Tekanan terhadap harga minyak dapat diperburuk oleh penangkapan pemimpin Venezuela oleh AS pada hari Sabtu, meningkatkan peluang berakhirnya embargo AS terhadap minyak Venezuela dan berpotensi menyebabkan peningkatan produksi.
“Kami memperkirakan hanya tambahan pasokan sebesar 300.000 barel per hari dalam dua hingga tiga tahun ke depan dengan pengeluaran tambahan yang terbatas. Sebagian dari ini dapat dibiayai secara organik oleh PDVSA, tetapi modal internasional perlu dikucurkan agar produksi mencapai 3 juta barel per hari pada tahun 2040 menjadi mungkin,” kata Analis Rystad Janiv Shah.
Trump Bertemu Perusahaan Minyak AS
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump berencana bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak AS minggu ini untuk membahas peningkatan produksi minyak Venezuela, demikian menurut seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.
Venezuela adalah anggota pendiri Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel. Namun, sektor minyaknya telah lama mengalami penurunan, sebagian karena kurangnya investasi dan sanksi AS.
Produksi rata-ratanya tahun lalu adalah 1,1 juta barel per hari. Produksi Venezuela mungkin meningkat.Para analis minyak mengatakan produksi minyak Venezuela dapat meningkat hingga setengah juta barel per hari selama dua tahun ke depan dengan adanya stabilitas politik dan investasi AS.
Di pasar yang lebih luas, Reliance Industries RELI.NS mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka tidak mengharapkan pengiriman minyak mentah Rusia pada bulan Januari. Ini merupakan sebuah langkah yang dapat memangkas impor minyak Rusia India secara tajam selama bulan tersebut hingga ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Pernyataan ini muncul setelah Trump pada hari Minggu memperingatkan bahwa AS dapat menaikkan tarif impor lebih lanjut terhadap India terkait pembelian minyak Rusia.
Begini Kondisi Pasokan dan Harga Minyak Imbas Penangkapan Presiden Venezuela Maduro
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, menilai dinamika politik dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak akan berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia maupun harga energi di dalam negeri.
Menurut Hadi, produksi minyak Venezuela saat ini hanya berada di kisaran 800 ribu barel per hari (bopd), angka yang sangat kecil dibandingkan total produksi minyak global yang mendekati 100 juta bopd. Dengan porsi tersebut, Venezuela tidak memiliki pengaruh besar terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan global.
“Venezuela bukan choke point seperti Selat Hormuz. Dalam lima tahun terakhir, meski terjadi berbagai dinamika di Venezuela, harga minyak dunia justru cenderung turun. Dampaknya ke harga minyak domestik juga hampir tidak ada,” ujar Hadi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).
Hadi juga menyinggung konflik lama antara pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak Amerika Serikat. Pada 2007, Venezuela menasionalisasi aset kontraktor kontrak kerja sama (K3S) asing yang menyebabkan perusahaan minyak AS kehilangan aset hingga US$8 miliar, yang nilainya diperkirakan telah berlipat ganda saat ini.
Meski telah ada putusan lembaga peradilan internasional, Venezuela disebut belum memenuhi kewajiban pembayaran kompensasi.
“Dalam konteks itu, Amerika Serikat ingin mengembalikan rule of business sesuai hukum internasional. Namun kami meyakini AS tetap akan menghormati kontrak-kontrak yang sudah berjalan, termasuk kerja sama dengan Pertamina,” katanya.
Cadangan Minyak Besar
Sekretaris Jenderal Aspermigas, Elan Biantoro, menyebut Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak besar, namun gagal mengelolanya secara optimal akibat kebijakan yang tertutup terhadap investor asing.
“Cadangan minyak Venezuela jauh di atas Indonesia, tetapi produksinya hanya sekitar satu juta barel per hari karena minim investasi,” kata Elan.
Elan mengingatkan bahwa dampak geopolitik terhadap harga minyak tidak akan terasa dalam waktu dekat. Namun dalam satu hingga dua tahun ke depan, kontraksi ekonomi global berpotensi terjadi.
“Jika harga minyak terlalu tinggi, itu tidak menguntungkan ekonomi. Jika terlalu rendah, penerimaan negara dari sektor migas bisa turun. Karena itu Indonesia harus waspada, menjaga iklim investasi, dan tetap bermain cantik mengingat investor besar migas masih didominasi perusahaan Amerika,” pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314559/original/058973900_1755091664-1000013595.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345823/original/061462700_1757574354-1000016136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2959704/original/057857100_1573025191-Pekerja_Pabrik_Tekstil_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2670626/original/099453200_1547111682-20190110-Rupiah-Tetap-Berada-di-Zona-Hijau-Angga5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1369940/original/015660100_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4664354/original/065206000_1701061351-ship-3466030_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436444/original/030078900_1765173972-Indonesia_Day-3_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3397779/original/072950500_1615352732-000_94J2LB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4988896/original/082541400_1730603526-IMG-20241103-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465984/original/038556200_1767785363-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_17.50.31__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290556/original/004902500_1753145233-1000011468.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465609/original/015552500_1767772087-1000200289.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465859/original/091467200_1767777971-1000025734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465846/original/090554700_1767777880-DBS_HL_editedd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464383/original/077221800_1767687818-prabowo_di_retret_hambalang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236694/original/012313000_1748516061-20250529-Harga_Pangan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465728/original/017167300_1767774733-WhatsApp_Image_2026-01-07_at_10.08.00.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311627/original/093019500_1754889679-Gx3i8nUXYAAD3b8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349931/original/025810500_1757942394-AP25248772964198.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346232/original/026606500_1757582126-Depositphotos_196277020_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345137/original/039546900_1757507069-men3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3584538/original/038922100_1632728900-Screenshot_20210927-135735_Zoom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856586/original/057210700_1717754530-WhatsApp_Image_2024-06-07_at_16.53.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1630542/original/056622900_1498039155-20170621-PLN-Berikan-Diskon-Biaya-Penyambungan-Tambah-Daya-Antonius-3.jpg)