Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia menutup tahun 2025 dengan penurunan tajam dan menandai perubahan struktural di pasar energi global. Minyak mentah acuan Brent berakhir di kisaran USD 60,85 per barel, turun dari USD 74 pada akhir 2024, atau melemah sekitar 18% sepanjang tahun.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di rentang USD 57,41–57,44 per barel, atau sekitar 20% lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya. Ini menjadi penurunan tahunan ketiga berturut-turut dan yang terdalam sejak kejatuhan pasar minyak akibat pandemi Covid-19 pada 2020.
Dikutip dari Trading News, Jumat (2/1/2026), Pelemahan harga minyak dunia ini bukan terjadi dalam bentuk kejatuhan drastis, melainkan tekanan turun yang konsisten. Kondisi tersebut mengindikasikan pasar minyak global telah beralih dari era kelangkaan menuju fase pasokan berlimpah.
Memasuki Desember, tekanan jual semakin terasa. Harga minyak Brent sempat diperdagangkan di kisaran USD 61,12 per barel, sedangkan WTI berada di sekitar USD 57,44 per barel, keduanya turun lebih dari 4% dalam sepekan dan mendekati level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Harga produk olahan pun ikut melemah. Bensin turun ke sekitar USD 1,71 per galon, sementara gas alam anjlok 6,57% menjadi USD 3,711.
Minyak fisik regional seperti Louisiana Light, Mars U.S., hingga Bonny Light juga mencatat penurunan signifikan. Pasar memberi sinyal jelas bahwa reli harga selalu dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi jual.
Penekan Harga Minyak Dunia
Tekanan harga minyak dunia terutama dipicu oleh ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Permintaan minyak global diperkirakan hanya naik sekitar 830 ribu barel per hari pada 2025 dan 860 ribu barel per hari pada 2026. Sebaliknya, pasokan global justru melonjak jauh lebih cepat.
Produksi minyak dunia diproyeksikan bertambah sekitar 3 juta barel per hari pada 2025 dan 2,4 juta barel per hari pada 2026, terutama dari negara-negara non-OPEC seperti Amerika Serikat, Brasil, Kanada, dan Guyana. Dampaknya, stok minyak global melonjak hingga 8,03 miliar barel, tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Badan energi internasional memperkirakan kelebihan pasokan mencapai 3,7–3,84 juta barel per hari mulai kuartal IV 2025 hingga 2026. Angka ini setara hampir 4% dari konsumsi global. Sebaliknya, OPEC menilai pasar relatif seimbang, dengan permintaan terhadap minyak OPEC pada 2026 diperkirakan sekitar 43 juta barel per hari, hampir sama dengan produksi saat ini.
Dua pandangan yang bertolak belakang ini menciptakan perdebatan besar di pasar. Namun, pergerakan harga menunjukkan pelaku pasar lebih percaya pada skenario oversupply.
Kondisi ini diperparah oleh lonjakan stok minyak di laut atau oil on water, seiring meningkatnya pengiriman jarak jauh dan sulitnya minyak bersanksi menemukan pembeli. Bahkan, pelaku pasar mulai membicarakan potensi “super glut” pada 2026, terutama jika proyek-proyek lepas pantai baru mulai berproduksi di tengah permintaan yang melambat.
Minyak North Sea Dated, sebagai acuan fisik utama, tercatat turun selama lima bulan berturut-turut hingga November, mendekati level terendah empat tahun, mempertegas lemahnya kebutuhan pasar terhadap tambahan pasokan.
Tekanan Nakroekonomi Global
Tekanan makroekonomi global semakin memperburuk situasi. Perlambatan aktivitas industri, terutama di negara dengan basis manufaktur besar, menekan konsumsi energi. Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China juga berdampak langsung pada negara importir energi terbesar dunia tersebut.
Kenaikan tarif impor AS terhadap produk China menambah ketidakpastian perdagangan dan menekan permintaan bahan bakar, termasuk solar dan produk petrokimia. Di sisi lain, peluang meredanya konflik Rusia–Ukraina memunculkan kekhawatiran masuknya kembali pasokan Rusia ke pasar global.
Tekanan harga paling terasa pada minyak Rusia jenis Urals, yang pada akhir Desember diperdagangkan hanya USD 33–34 per barel, terendah sejak pandemi. Diskon besar terhadap Brent membuat sebagian proyek menjadi tidak ekonomis, meski Rusia tetap menjual murah ke India dan China demi menjaga volume ekspor.
Di Amerika Serikat, harga WTI di kisaran USD 50–60 per barel mulai menguji ketahanan industri shale oil. Banyak sumur baru berada dekat atau bahkan di bawah titik impas, sehingga berpotensi memperlambat ekspansi produksi ke depan.
Bagi konsumen, penurunan harga minyak memberi sedikit kelegaan. Harga bensin AS diperkirakan rata-rata USD 3 per galon pada 2026, bahkan berpotensi turun lebih jauh jika harga minyak bertahan rendah. Namun, bagi produsen dan perusahaan hulu migas, tekanan margin menjadi tantangan serius, terutama bagi perusahaan yang tidak memiliki bisnis hilir terintegrasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461299/original/055042700_1767362583-AMT_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2704446/original/059297900_1547539134-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4175414/original/003994800_1664441560-B40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4383486/original/034295100_1680642790-WhatsApp_Image_2023-04-05_at_03.50.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4902605/original/040498500_1722051570-AP24208673181388.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4901862/original/082857600_1721970954-IMG_20240726_11380346.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3074243/original/035233800_1583932793-3d91aac5-18df-4a40-baa6-f811f90e30ba.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3609090/original/074413400_1634813435-20211021-Ekspor-Batu-Bara-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460925/original/040753800_1767327279-1000025389.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3107939/original/041148500_1587449860-16934912_303.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337098/original/074187700_1609328705-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461155/original/083054200_1767341535-IMG_8881.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1352034/original/001288900_1474458731-20160921-Pekerja-Jaringan-Pipa-Gas-PGN-Jakarta--Helmi-Afandi-05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461139/original/006092900_1767340396-0a65192f-f679-4726-838e-db64a51518c4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345158/original/033278100_1757510450-PHOTO-2025-09-10-18-22-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354843/original/063540800_1758266268-IMG-20250919-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461169/original/028829300_1767342104-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_08.04.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461020/original/006955300_1767333756-IMG-20260102-WA0001.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311627/original/093019500_1754889679-Gx3i8nUXYAAD3b8.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4693825/original/025517000_1703131329-el_nino.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592086/original/067091100_1695951584-WhatsApp_Image_2023-09-29_at_8.27.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3172732/original/048313800_1594117392-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344096/original/084598800_1757479183-Screenshot_2025-09-10_113742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349931/original/025810500_1757942394-AP25248772964198.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346232/original/026606500_1757582126-Depositphotos_196277020_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345137/original/039546900_1757507069-men3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369177/original/054391600_1759456407-elon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3584538/original/038922100_1632728900-Screenshot_20210927-135735_Zoom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172256/original/013600300_1664250498-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856586/original/057210700_1717754530-WhatsApp_Image_2024-06-07_at_16.53.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382035/original/080562400_1760525876-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362732/original/004875900_1758872957-IMG-20250926-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3588886/original/019085400_1633015419-Tes_SKD_CPNS_Kemenko_Marvest.jpg)