Harga Emas Kembali Perkasa, Analis Prediksi Hari Ini Tembus 5.041

18 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menunjukkan pemulihan signifikan pada perdagangan Kamis setelah sempat tertekan tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan memanasnya situasi geopolitik global.

Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menjelaskan, peluang penguatan harga emas masih terbuka lebar selama momentum bullish tetap terjaga. Pada awal sesi perdagangan Asia, harga emas (XAUUSD) tercatat bertahan di kisaran USD 4.985 per ounce, mencerminkan kuatnya minat beli setelah sebelumnya terkoreksi lebih dari 2 persen.

Pemulihan harga emas juga dipengaruhi oleh sikap investor yang bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Dokumen tersebut diharapkan memberi gambaran lanjutan terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Sebelumnya, bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Namun, perbedaan pandangan antarpejabat terkait peluang pelonggaran moneter masih menjadi perhatian utama pasar.

Kondisi tersebut mendorong investor kembali melirik emas sebagai instrumen lindung nilai, terutama di tengah volatilitas pasar keuangan global yang masih tinggi.

Analisis Teknikal: Tren Bullish Masih Dominan

Andy Nugraha, menilai bahwa secara teknikal, pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan tren bullish yang cukup kuat. Hal tersebut terlihat dari kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average yang mendukung kelanjutan tren naik dalam jangka pendek.

“Berdasarkan indikator teknikal yang terbentuk, tren bullish pada XAUUSD masih dominan. Jika momentum penguatan terus berlanjut, harga emas berpotensi menguji level resistance berikutnya di kisaran 5.041," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

"Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila harga gagal mempertahankan momentum naik,” tambah Andy.

Ia menjelaskan, level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di area 4.911. Apabila harga turun dan menembus batas tersebut, emas berpotensi mengalami koreksi lebih dalam sebelum kembali stabil.

Menurut Andy, level support dan resistance saat ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menyusun strategi perdagangan jangka pendek. Disiplin dalam manajemen risiko dinilai sangat diperlukan, mengingat volatilitas pasar masih cukup tinggi.

Selain faktor teknikal, pelaku pasar juga diminta terus memantau sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Geopolitik dan Data AS Jadi Penentu Arah Harga Emas

Dari sisi fundamental, meningkatnya ketegangan geopolitik turut memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang menyoroti belum terpenuhinya tuntutan utama Iran dalam negosiasi nuklir memicu kekhawatiran pasar.

Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika diplomasi gagal semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Di sisi lain, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed juga memengaruhi pergerakan harga emas. Risalah FOMC terbaru menunjukkan bahwa sebagian pejabat masih berhati-hati terhadap risiko inflasi, bahkan membuka peluang pengetatan lanjutan jika tekanan harga kembali meningkat.

Data ekonomi AS yang beragam turut menciptakan volatilitas. Penurunan inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (CPI) memberi harapan pelonggaran kebijakan, sementara pasar tenaga kerja yang kuat menunjukkan ekonomi masih solid.

Andy Nugraha menilai, arah harga emas ke depan akan sangat dipengaruhi oleh rilis data penting AS, seperti klaim pengangguran, penjualan rumah tertunda, Produk Domestik Bruto (PDB), serta Indeks PCE.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpeluang melanjutkan penguatan selama sentimen safe haven tetap dominan dan indikator teknikal mendukung.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |