Harga Emas Hari Ini Kembali Cetak Rekor Tertinggi Lagi

17 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas kembali mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, dan melampau USD 4.700 per ounce. Kenaikan harga emas dunia itu seiring meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset safe-haven. Sedangkan harga perak menembus posisi USD 95 untuk pertama kali.

Mengutip CNBC, Rabu (21/1/2026), harga emas di pasar spot naik 2% menjadi USD 4.757,33 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi di USD 4.765,93. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Februari naik 3,7% menjadi USD 4.765,80 per ounce.

"Emas telah melonjak lebih dalam ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” ujar Market Analyst City Index Fawad Razaqzada.

Ia menuturkan, dolar AS yang lebih lemah memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia, memperkuat reli emas pada saat kepercayaan terhadap aset  Amerika Serikat kelihatan goyah.

Indeks utama Wall Street merosot ke level terendah hampir tiga minggu pada Selasa, karena investor dikejutkan oleh ancaman tarif baru dari Presiden Donald Trump terhadap Eropa terkait kendali atas Greenland.

Pernyataan tersebut telah meningkatkan ketegangan menjelang pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss, pada hari Rabu.

Dolar AS diperkirakan mengalami penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan, membuat harga emas dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.

Emas, yang dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakstabilan ekonomi dan politik, melonjak 64% pada 2025 dan telah bertambah 10% sejak awal tahun. Kenaikan harga logam mulia ini juga didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS, yang mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Harga Perak

Pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026, sementara fokus meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Trump dapat menunjuk ketua Federal Reserve baru paling cepat minggu depan.

"USD 4.800 dan USD 4.900 adalah titik acuan yang jelas berikutnya (untuk emas), dengan target psikologis jangka panjang yang menonjol adalah USD 5.000," Razaqzada menambahkan.

Harga perak spot turun 0,3% menjadi USD 94,38/oz, setelah mencapai rekor USD 95,87 sebelumnya. Logam putih ini naik sekitar 147% pada 2025 dan telah naik lebih dari 32% sejak awal tahun 2026.

Selain itu, harga platinum spot naik 2,3% menjadi USD 2.429,60/oz, sementara paladium naik 1,1% menjadi USD 1.861,61.

Harga Emas Sentuh USD 4.700

Sebelumnya, harga emas dunia menguat melewati USD 4.700 per ounce ke rekor tertinggi pada Selasa, 20 Januari 2026. Demikian juga harga perak mencapai puncak tertinggi sepanjang masa. Kenaikan harga emas dan perak didorong kebuntuan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa atas kendali Greenland tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa (20/1/2026), harga emas naik 1,2% menjadi USD 4.731,07 per ounce pada pukul 11:41 pagi di London, setelah sentuh USD 4.737,54. Harga perak menanjak 1,2% menjadi USD 95,50.

Pasar menunggu respons Eropa terhadap ancaman Trump untuk mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang ambisinya di Greenland.

Di sisi lain, penurunan tajam utang pemerintah Jepang mengguncang pasar obligasi global, sementara indikator kekuatan dolar AS turun paling dalam lebih dari sebulan. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,3% di tengah aksi jual tajam pada obligasi pemerintah.

Sentimen Harga Emas Lainnya

Ancaman AS terhadap sekutu NATO telah mengguncang pasar, menambah dorongan baru pada reli yang memecahkan rekor yang mengangkat harga emas hampir 75% selama 12 bulan terakhir.

Di sisi lain, janji pemilihan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai pemangkasan pajak telah menyoroti meningkatnya utang negara di antara negara-negara maju di seluruh dunia.

Defisit fiskal yang tinggi telah membantu mendorong kenaikan harga emas hingga 2025 karena investor bertaruh pada inflasi sebagai satu-satunya jalan menuju solvabilitas. Dolar AS yang lebih lemah juga membuat komoditas lebih terjangkau bagi pembeli dalam mata uang lain.

Investor Cermati Perkembangan Davos

Investor juga mengamati perkembangan dari Davos. Presiden AS Donald Trump mengatakan akan bertemu dengan beberapa pihak untuk membahas rencananya mengambil alih wilayah Denmark tersebut.

"Kita telah memasuki era nasionalisme sumber daya antara kekuatan-kekuatan besar. Mata uang bukanlah cara terbaik untuk memainkan tema geopolitik ini karena cara terbaik untuk memainkannya melalui eksposur logam mulia,” ujar Global Head of FX Strategy Union Bancaire Privee SA, Peter Kinsella.

Emas mencatatkan kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979 tahun lalu, didukung oleh penurunan suku bunga AS, pembelian berkelanjutan oleh bank sentral, dan gejolak lanskap geopolitik yang disebabkan oleh Washington. Reli perak bahkan lebih besar, dengan harga naik tiga kali lipat selama setahun terakhir.

“Peristiwa Greenland telah menambah bahan bakar pada reli yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, didorong oleh latar belakang makro dan geopolitik yang semakin tidak nyaman bagi investor yang hanya bergantung pada aset keuangan,” ujar ahli strategi di Saxo Bank A/S, Ole Hansen.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |