Liputan6.com, Jakarta - Pergerakan harga emas dunia pada Kamis, 9 April 2026 diperkirakan kembali menunjukkan tren penguatan. Kombinasi sinyal teknikal dan dukungan faktor fundamental global menjadi pendorong utama kenaikan logam mulia tersebut.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan, harga emas dunia atau XAU/USD pada timeframe H4 saat ini berada dalam fase konsolidasi. Kondisi ini dinilai sebagai fondasi yang dapat membuka peluang kelanjutan tren naik dalam jangka pendek.
Harga emas sebelumnya telah menyelesaikan fase koreksi menengah (secondary trend) dan kini mulai stabil di area support dinamis. Support tersebut berada di kisaran indikator Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai penopang harga.
"Bertahannya harga di atas area tersebut menjadi indikasi bahwa tekanan beli masih cukup kuat," jelas dia dalam risetnya, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, harga emas juga tengah berupaya membentuk struktur swing low yang valid di sekitar level 4.698. Area ini dipandang sebagai support kunci yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk melanjutkan tren penguatan dinilai masih terbuka lebar.
Proyeksi Teknikal
Dalam proyeksi teknikalnya, Dupoin Futures memperkirakan bahwa jika momentum beli terus meningkat, harga emas berpotensi naik menuju level resistance terdekat di 4.799.
Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka kenaikan lanjutan berpotensi mengarah ke area 4.858 yang menjadi resistance berikutnya dalam struktur pergerakan saat ini.
Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai volatilitas jangka pendek. Pergerakan harga emas masih berpotensi mengalami fluktuasi sebelum menentukan arah yang lebih kuat.
Namun, selama area support utama tetap terjaga, arah pergerakan emas cenderung berada dalam bias bullish.
Dari sisi fundamental, prospek penguatan emas turut didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
Indikasi perlambatan inflasi di Amerika Serikat membuka peluang penurunan suku bunga dalam waktu mendatang, yang menjadi sentimen positif bagi emas.
Volatilitas Masih Tinggi
Kebijakan suku bunga yang lebih rendah biasanya berdampak pada penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ketika yield obligasi melemah, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan daya tariknya sebagai instrumen investasi.
Selain itu, pelemahan dolar Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Dolar yang melemah membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan.
Di tengah kondisi tersebut, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global masih menjadi faktor penting yang menjaga minat terhadap emas sebagai aset safe haven.
Dalam situasi penuh risiko, emas kerap dipilih investor untuk melindungi nilai aset.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai peluang kenaikan harga emas masih cukup terbuka dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, harga emas hari ini diproyeksikan bergerak dengan kecenderungan menguat, meski tetap dibayangi volatilitas pasar yang tinggi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550699/original/049320100_1775707029-Menteri_Sekretaris_Negara__Mensesneg__Prasetyo_Hadi-9_April_2026a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550422/original/052729000_1775694919-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_10.20.41_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499743/original/037880100_1770793941-IMG-20260211-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550352/original/046870400_1775657287-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_4.25.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550324/original/015475500_1775652765-ChatGPT_Image_Apr_8__2026__07_52_09_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549424/original/018635000_1775618859-Laporan_Perkembangan_Ekonomi_Terkini_Asia_Timur_dan_Pasifik_oleh_Bank_Dunia-8_April_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550295/original/031963800_1775648120-Screenshot_20260408_183159_Docs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550267/original/050914100_1775645712-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_17.47.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2938351/original/055837500_1571028075-download.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548678/original/073537900_1775547736-IMG-20260407-WA0003__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550122/original/078788100_1775637658-IMG_3415.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549985/original/080295300_1775634540-Group_CEO___Co-Founder_Grab__Anthony_Tan-_8_April_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4943101/original/059705000_1726137610-20240912-Harga_Emas-ANg_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298774/original/002952500_1753771615-9b18e62c-4294-4429-a2d2-a22deca5fc68.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2375573/original/010378000_1538739775-20181005-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4166753/original/096704000_1663802133-Harga_Minyak_Dunia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4057491/original/025943500_1655625101-Indonet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1406149/original/057518500_1479197496-20161115-Harga-emas-turun-Rp-2000gram-AY1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1071006/original/007793200_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5236697/original/069578600_1748516062-20250529-Harga_Pangan-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5298767/original/009113000_1753771561-ChatGPT_Image_Jul_29__2025__01_39_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060123/original/044622900_1734755477-1734751481183_tips-membeli-emas-perhiasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)