Harga Emas Hari Ini 2 Februari 2026 Kembali Anjlok, Sentuh Level Ini

19 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia memperpanjang koreksi terbesar dalam lebih dari satu dekade pada Senin, (2/2/2026). Penurunan harga emas hari ini terjadi seiring pelaku pasar mencerna pembalikan dramatis dari reli yang telah mengangkat harga ke level tertinggi sepanjang masa. Seiring koreksi harga emas, harga perak juga anjlok.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (2/2/2026), harga emas spot turun hingga 4% pada perdagangan awal pekan ini. Sementara itu, harga perak anjlok susut hampir 12% setelah mencatat penurunan intraday terbesar sepanjang masa pada sesi sebelumnya.

Harga emas turun turun 3,2% menjadi USD 4.742,73 per ounce pada pukul 7:16 Senin pagi waktu Singapura. Harga perak merosot 7,7% menjadi USD 78,84. Platinum dan paladium juga merosot. Indeks dolar Bloomberg juga menguat 0,9% pada sesi sebelumnya.

Penjualan logam mulia dipicu oleh berita kalau Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menominasikan Kevin Warsh untuk memimpin the Federal Reserve (the Fed) yang membuat dolar AS menguat. Meskipun pengamat pasar telah memperingatkan reli yang luar bias aini akan mengalami koreksi, skala penurunan melampaui harapan sebagian besar investor.

Sentimen Harga Emas

Mengutip Kitco, pekan ini akan dipenuhi agenda rilis data ekonomi penting, terutama dari sektor ketenagakerjaan. Pelaku pasar akan mencoba mencocokkan deretan data ini dengan narasi yang terus berubah mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed, terlebih dengan adanya potensi kepemimpinan baru di bank sentral tersebut.

Di saat yang sama, sejumlah bank sentral utama dunia juga dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga mereka.

Pada Senin pagi, pasar akan mencermati data PMI Manufaktur ISM untuk Januari, sementara pada malam harinya Reserve Bank of Australia dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya. Memasuki Selasa, perhatian beralih ke data lowongan pekerjaan JOLTS.

Rabu pagi akan diwarnai rilis laporan ketenagakerjaan ADP, yang hadir bersamaan dengan data PMI Jasa ISM untuk Januari.

Fokus pasar kemudian tertuju pada bank sentral di hari Kamis. Bank of England akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada pagi hari, disusul keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa tak lama setelahnya. Pada hari yang sama, Amerika Serikat juga merilis data klaim pengangguran mingguan.

Rangkaian agenda padat ini ditutup pada Jumat pagi dengan rilis laporan Nonfarm Payrolls AS untuk Desember. Setelah itu, pasar juga akan menantikan hasil awal Survei Sentimen Konsumen dari Universitas Michigan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |