Harga Emas Antam Hari Ini 31 Maret 2026 Turun Lagi, Cek Rinciannya!

7 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam hari ini, Selasa, 31 Maret 2026 kembali turun. Harga emas Antam hari ini turun Rp 10.000, melanjutkan penurunan Senin kemarin yang sebesar Rp 30.000.

Mengutip laman logammulia.com, Selasa (31/3/2026), harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.827.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 2.837.000 per gram.

Demikian juga harga buyback emas Antam hari ini ikut merosot. Harga buyback emas Antam turun lebih besar yakni Rp 11.000 menjadi Rp 2.477.000.

Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.477.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Selasa, 31 Maret 2026 di BELM Bandung:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.463.500⁠
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.827.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.604.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.388.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.950.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 27.820.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 69.385.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 138.605.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 277.060.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 692.340.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.384.400.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.767.600.000.

Harga Emas Dunia Naik Dua Hari Beruntun

Harga emas dunia mencatat kenaikan untuk dua hari berturut-turut pada perdagangan Senin. Penguatan ini didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Selasa (31/3/2026), harga emas spot naik 0,5% ke level USD 4.513,54 per ounce, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak awal November pada pekan sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April melonjak USD 115,30 dan ditutup di posisi USD 4.524,30.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan konflik yang masih berlangsung menjadi faktor utama penguatan emas.

“Perang masih berlangsung panas dan belum ada tanda-tanda penyelesaian, sehingga mendorong harga emas naik karena permintaan safe haven. Fokus pasar dalam jangka pendek akan tertuju pada perang, harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, dan indeks dolar AS,” ujar Wyckoff.

Ketegangan meningkat setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel dan berjanji akan “menghukum agresor”. Di sisi lain, pasukan Israel terus menggempur Teheran.

Harga minyak juga ikut melonjak setelah kelompok Houthi di Yaman terlibat dalam konflik tersebut.

Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Bayangi Emas

Meski menguat dalam dua hari terakhir, harga emas justru berada di jalur penurunan bulanan. Sepanjang Maret, emas telah merosot lebih dari 13%, menjadikannya kinerja bulanan terburuk sejak 2008.

Lonjakan harga energi memperbesar kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali menyesuaikan ekspektasi terhadap arah suku bunga yang diperkirakan tetap tinggi.

Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, emas biasanya diminati saat kondisi tidak stabil. Namun, emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi.

Ke depan, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting yang dirilis pekan ini. Data tersebut meliputi lowongan kerja di Amerika Serikat, penjualan ritel, laporan ketenagakerjaan ADP, hingga data nonfarm payrolls.

Rangkaian data ini berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga global dan pergerakan harga emas selanjutnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |