Harga Emas Antam 29 November 2025 Melambung Rp 30.000, Cek Rinciannya!

4 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam pada Sabtu, 29 November 2025 melambung tinggi. Hal yang sama juga terjadi dengan harga pembelian kembali atau buyback.

Pada Sabtu (29/11/2025), harga emas Antam untuk ukuran 1 gram naik tinggi Rp 30.000 menjadi Rp 2.413.000. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam dipatok Rp 2.383.000 per gram.

Demikian juga harga buyback emas Antam ikut naik. Hari ini harga buyback emas Antam naik Rp 30.000 menjadi Rp 2.274.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.274.000 per gram.

Untuk diketahui, rekor tertinggi harga emas sebelumnya dicetak pada Jumat 17 Oktober 2025, harga jual emas Antam dan harga pembelian kembali emas Antam dipatok Rp 2.485.000 per gram dan harga beli kembali di angka Rp 2.334.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, sabtu (29/11/2025):

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.256.500.
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.413.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp 4.776.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp 7.146.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp 11.880.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp 23.680.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp 59.035.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp 117.905.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp 235.660.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp 588.840.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.177.400.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.353.600.000.

Harga Emas Dunia Tembus Tertinggi Dua Pekan

Harga emas dunia menguat tajam pada perdagangan Jumat dan menuju kenaikan bulanan keempat beruntun. Ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada bulan depan mendorong minat investor terhadap aset tanpa imbal hasil ini.

Di saat bersamaan, harga perak melonjak mencetak rekor tertinggi baru.

Mengutip CNBC, Sabtu (29/11/2025), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 4.192,78 per troy ounce, level tertinggi sejak 14 November. Secara mingguan, emas mencatat penguatan 2,9 persen dan diperkirakan menutup bulan ini dengan kenaikan 4,6 persen.

Sementara itu, harga perak melesat ke rekor baru di USD 55,33 per ounce, atau naik 3,5 persen dalam satu sesi perdagangan dan melonjak 13 persen sepanjang bulan ini.

Perdagangan berjangka sempat dihentikan selama beberapa jam akibat gangguan teknis di CME Group sebelum kembali dibuka sekitar pukul 13.30 GMT. Gangguan tersebut memengaruhi perdagangan valuta asing, komoditas, obligasi, hingga saham.

Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman Februari menguat 0,61 persen menjadi USD 4.227,60 per ounce.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Jadi Pendorong Utama Harga Emas

Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek menjelaskan, prospek ekonomi AS yang melambat hingga 2026 menjadi salah satu faktor yang mendorong keyakinan pasar bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.

“Ekspektasinya adalah kita akan terus melihat perlambatan ekonomi hingga 2026, dan Federal Reserve sangat mungkin memangkas suku bunga. Hal itu membuat sebagian investor kembali masuk ke emas,” ujarnya.

Emas dikenal berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Komentar bernada dovish dari pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller dan Presiden Fed New York John Williams, turut memperkuat ekspektasi tersebut. Ditambah lagi, data ekonomi AS yang melemah setelah penutupan pemerintahan (government shutdown) membuat pasar semakin yakin bahwa pemotongan suku bunga akan dilakukan bulan depan.

Para trader bahkan melihat peluang 89 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember, lebih tinggi dari perkiraan 50 persen pekan sebelumnya.

Analisis Teknikal Harga Emas

Analis Kitco Metals, Jim Wyckoff, menambahkan bahwa pergerakan teknikal harga perak yang semakin bullish telah menarik minat spekulan untuk masuk ke pasar.

Namun, permintaan emas fisik di pasar Asia justru melemah pekan ini akibat harga yang terlalu tinggi. Di India, permintaan ritel masih terbatas meski memasuki musim pernikahan, sementara di China, penghapusan insentif pembebasan pajak untuk pembelian emas menekan minat konsumen.

Di sisi lain, harga platinum naik 2,9 persen menjadi USD 1.655,14 dan membukukan lonjakan 9,7 persen selama sepekan. Palladium juga menguat 5,6 persen ke USD 1.519,37 dan mencatat kenaikan mingguan 10,7 persen.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |