Harga Emas Antam 20 Februari 2026 Melonjak Rp 28.000, Cek Rincian Lengkapnya!

19 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antam kembali menguat pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Pada hari ini, harga emas Antam naik Rp 28.000.

Mengutip laman logammulia.com, harga emas Antam dibanderol Rp 2.944.000 per gram. Pada perdagangan Kamis kemarin, harga emas Antam dipatok Rp 2.916.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam juga ikut naik dengan nilai lebih besar. Hari ini harga buyback emas Antam naik Rp 31.000.

Dengan demikian, harga buyback emas Antam dibanderol Rp 2.725.000. Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.725.000 gram.

Untuk diketahui, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam Jumat, 20 Februari 2026 untuk pengiriman Gedung Antam:

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.522.000

‎Harga emas 1 gram: Rp 2.944.000

‎Harga emas 2 gram: Rp 5.828.000

‎Harga emas 3 gram: Rp 8.717.000

‎Harga emas 5 gram: Rp 14.495.000

‎Harga emas 10 gram: Rp 28.935.000

‎Harga emas 25 gram: Rp 72.212.000

‎Harga emas 50 gram: Rp 144.345.000

‎Harga emas 100 gram: Rp 288.612.000

‎Harga emas 250 gram: Rp 721.265.000

‎Harga emas 500 gram: Rp 1.442.320.000

‎Harga emas 1.000 gram: Rp 2.884.600.000.

Harga Emas Tertahan, Investor Cermati Ancaman Trump ke Iran

Harga emas dunia bergerak datar pada perdagangan Kamis (waktu setempat). Investor masih mencermati meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus menunggu rilis data inflasi utama dalam beberapa hari ke depan.

Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons turunnya klaim pengangguran di Amerika Serikat, yang mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja masih stabil.

Dikutip dari CNBC, Jumat (20/2/2026), harga emas spot tercatat stagnan di level USD 4.979,18 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 0,2 persen ke posisi USD 4.997,40 per ons.

Analis pasar senior RJO Futures, Daniel Pavilonis, menilai pergerakan emas saat ini masih cenderung fluktuatif.

“Kami seperti terombang-ambing dan bergerak menyamping dengan volatilitas,” ujar Pavilonis.

Ia menambahkan, ketegangan dengan Iran masih menjadi faktor penopang harga emas di tengah kondisi pasar yang belum stabil.

Ancaman Trump ke Iran

Daniel Pavilonis menyebut, secara umum prospek emas masih cukup positif. Namun, tekanan penurunan harga masih berpotensi terjadi.

“Ketegangan dengan Iran mendukung harga emas, dan meskipun prospeknya masih cukup bullish, kita masih bisa melihat penurunan lanjutan yang dipicu faktor di luar isu Iran,” katanya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Jika tidak, ia mengancam akan terjadi “hal-hal buruk.

Trump juga disebut memberi batas waktu sekitar 10 hari sebelum AS mengambil langkah lanjutan.

Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi selama ini memang kerap menguntungkan emas. Logam mulia tersebut dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah situasi global yang tidak menentu.

Arah Suku Bunga AS

Di sisi lain, risalah rapat Federal Reserve pada 27–28 Januari yang dirilis Rabu menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal bank sentral AS.

Sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara lainnya lebih memilih pemangkasan suku bunga jika tekanan harga mereda.

Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran mingguan di AS turun menjadi 206.000 pada pekan yang berakhir 14 Februari. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 225.000.

Capaian tersebut memperkuat sinyal bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih solid, sebagaimana tercermin dalam laporan ketenagakerjaan bulanan sebelumnya.

Saat ini, investor menantikan rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada Jumat. Indikator ini merupakan ukuran inflasi favorit Federal Reserve untuk menentukan arah kebijakan moneternya.

Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi pada Juni mendatang. Kondisi suku bunga rendah umumnya menguntungkan emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |