Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik, Bagaimana dengan Pertamax Cs?

5 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menjamin harga BBM subsidi semisal Pertalite dan Solar Subsidi tidak akan naik. Namun, ia belum memberi kepastian soal kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan lainnya.

Bahlil menjelaskan, pemerintah secara aturan telah mempersilakan Pertamina maupun badan usaha swasta untuk melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi setiap bulannya.

Mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020.

"Saya sampaikan, pemerintah kan mengatur secara langsung itu adalah BBM subsidi. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM non subsidi itu kan berdasarkan harga pasar," kata Bahlil di kantornya, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Atas dasar itu, pemerintah telah mengajak Pertamina dan pengelola SPBU swasta untuk merumuskan penyesuaian harga BBM non subsidi.

"Nah tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, udah hampir selesai sih," dia menambahkan.

Merujuk pada regulasi yang ada, formula harga dasar BBM dihitung berdasarkan tiga komponen utama, yakni harga indeks pasar, konstanta, dan margin. Selanjutnya, harga jual eceran ditetapkan dengan menambahkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 11 persen serta pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sesuai ketentuan masing-masing daerah.

Meskipun pemerintah tidak melakukan intervensi, badan usaha wajib melaporkan penetapan harga setiap bulan atau saat ada perubahan kepada Menteri ESDM. Namun dalam konteks saat ini, pemerintah memutuskan untuk menahan adanya perubahan harga per 1 April 2026 lalu.

Saat dikonfirmasi ulang apakah Pertamina dan badan usaha swasta bakal diizinkan untuk menaikan harga BBM non subsidi, Bahlil tetap merujuk pada aturan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Menurut dia, aksi pemerintah menahan kenaikan harga BBM untuk seluruh jenis pada 1 April lalu jadi langkah antisipasi agar pasar tidak ikut terdampak lonjakan harga minyak dunia.

"Itu dihitung secara penyesuaian. Kan negara juga harus dilakukan penyesuaian, kemarin kan harganya tiba-tiba, tuung (melonjak). Nah, kita lakukan penyesuaian," kata Bahlil.

Ia pun meminta publik bersabar terhadap keputusan akhir bagi harga BBM non subsidi. "Tunggu aja," ucap Bahlil singkat.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |