Ekspor Sarang Burung Walet ke China Disetop karena Aluminium, Kemendag Cari Solusi

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya memulihkan ekspor sarang burung walet ke China. Usai otoritas kepabeanan asal China menyetop beberapa ekspor sarang burung walet asal Indonesia, lantaran punya kandungan alumunium melampaui batas yang ditetapkan.

Melalui China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertemukan 20 pelaku usaha nasional dengan pembeli sarang burung walet asal China.

Dengan tujuan untuk memperkuat akses pasar ekspor sarang burung walet Indonesia ke China, dan menyikapi temuan otoritas Tiongkok terkait kandungan aluminium di atas ambang batas (>100 ppm) dari produk sarang burung walet Indonesia.

Melalui China-Indonesia Bird's Nest Trade Summit, Kemendag membahas temuan Administrasi Umum Kepabeanan China (GACC) terkait kandungan alumunium di atas ambang batas (>100 ppm) dari produk sarang burung walet Indonesia.

"Selain untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga akses pasar sarang burung walet di Tiongkok, kami mendiskusikan temuan General Administration of Customs China (GACC) mengenai kandungan aluminium di atas ambang batas pada produk produk sarang burung walet Indonesia yang berdampak pada suspensi 18 perusahaan," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).

Adapun China merupakan tujuan utama ekspor sarang burung walet Indonesia dengan pangsa 80,15 persen. Namun demikian pada 2025, ekspor sarang burung walet Indonesia ke Negeri Tirai Bambu hanya tercatat sebesar USD 380,20 juta, atau turun 11,33 persen dibandingkan 2024. Meskipun secara tren lima tahun terakhir masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2,66 persen.

Puntodewi menegaskan, pemerintah bersama pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi tantangan yang dihadapi industri sarang burung walet nasional.

"Pemerintah terus berkomunikasi intensif melalui jalur diplomasi perdagangan dan teknis terkait temuan kandungan aluminium oleh GACC. Upaya ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas parameter pengujian yang digunakan," kata dia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |