Efek Perang Timur Tengah, BI: Arus Modal Keluar Indonesia Tembus Rp 18,6 Triliun

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal asing keluar (net outflows) dari investasi portofolio sebesar USD 1,1 miliar atau Rp 18,66 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.960) pada Maret 2026. Kondisi ini dipicu meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global, terutama akibat perang di Timur Tengah.

"Pada Maret 2026, investasi portofolio mencatat net outflows sebesar USD 1,1 miliar dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat perang di Timur Tengah," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil RDG Maret 2026, Selasa (17/3/2026).

Perry menjelaskan, dinamika global tersebut turut memengaruhi sentimen investor terhadap aset-aset di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di tengah tekanan eksternal, posisi cadangan devisa Indonesia masih terjaga solid. Hingga akhir Februari 2026, cadangan devisa tercatat sebesar USD 151,9 miliar.

Nilai tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran 3 bulan impor.

Ketahanan cadangan devisa ini dinilai menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas sektor eksternal di tengah gejolak global yang meningkat.

Risiko Global Perlu Diwaspadai Ke depan, Bank Indonesia menilai sejumlah risiko global masih perlu diwaspadai. Salah satunya adalah potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia yang dapat berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga berisiko memperlebar defisit transaksi berjalan. Defisit tersebut diperkirakan dapat mendekati batas atas kisaran 0,9% hingga 0,1% dari produk domestik bruto (PDB).

"Naiknya harga minyak global perlu mendapat perhatian karena dapat memperlebar defisit transaksi berjalan menuju batas atas kisaran defisit 0,9% sampai dengan 0,1% dari PDB," ujarnya. Dalam kaitan itu, sinergi kebijakan untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran dan ketahanan eksternal, termasuk membangun kepercayaan investor global, akan terus ditingkatkan.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |