Liputan6.com, Jakarta - Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengingatkan, rupiah masih berpotensi berada dalam tekanan, terutama jika dibandingkan dengan mata uang negara Asia Pasifik lainnya meski Bank Indonesia (BI) telah tahan suku bunga. Tekanan tersebut tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga domestik.
"Rupiah itu unik, dipengaruhi faktor global dan domestik. Beberapa hari terakhir, depresiasi rupiah termasuk yang paling dalam di Asia Pasifik,” ungkapnya saat konferensi pers, secara daring, Jumat (20/2/2026).
Menurut Faisal, perbaikan kondisi global dapat membantu rupiah menguat. Namun, penguatan yang berkelanjutan tidak bisa hanya bergantung pada BI. Mengingat, BI mengambil keputusan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75%.
"Menjaga rupiah bukan hanya tugas BI. Pemerintah juga berperan lewat stabilitas politik, komunikasi kebijakan, hingga perbaikan outlook ekonomi yang sempat negatif,” jelasnya.
Ia menilai, jika risiko domestik dapat ditekan dan sentimen investor membaik, maka risk premium aset Indonesia akan turun. Hal ini akan membantu menahan tekanan terhadap rupiah dan mendukung iklim investasi ke depan.
“Kalau risk sentiment membaik, peluang rupiah untuk menguat juga terbuka. Itu penting untuk menjaga outlook kredit dan investasi di 2026 tetap positif,” pungkas Faisal.
Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Jadi Peluang Suku Bunga Kredit Turun
Sebelumnya, keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen dinilai membuka ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit secara bertahap.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengungkapkan, Penurunan suku bunga acuan atau BI Rate membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan suku bunga kredit lebih rendah. Namun, tantangannya bukan hanya dari sisi perbankan, melainkan juga dari sisi permintaan.
“Perbankan tidak bisa langsung menurunkan suku bunga kredit meskipun suku bunga acuan turun. Kita juga harus selektif, melihat kualitas debitur dan permintaan kreditnya,” ujar Faisal dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, perbaikan daya beli dan kondisi konsumen akan menjadi kunci. Jika permintaan dari konsumen membaik, maka sektor bisnis akan mulai melakukan ekspansi, yang pada akhirnya mendorong permintaan kredit.
“Kalau demand dari konsumen sudah bagus, bisnis akan ekspansi. Dari situ perbankan melihat peluang, dan secara gradual suku bunga kredit bisa turun,” kata Faisal.
BI Tetap Jaga Dukungan
Menurut dia, BI tetap menjaga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial yang bersifat progresif. Menurutnya, ruang pelonggaran moneter sebenarnya masih tersedia, namun tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
“Bank Indonesia masih punya ruang pemotongan suku bunga, tapi tidak akan agresif. Support ke growth itu akan lebih banyak dilakukan lewat kebijakan makroprudensial,” jelasnya.
Faisal menilai, sejak tahun lalu BI sudah cukup agresif memangkas suku bunga. Namun, transmisi kebijakan tersebut ke sektor perbankan dan kredit masih terbatas. Karena itu, fokus BI ke depan adalah mempercepat transmisi agar pelonggaran moneter benar-benar terasa di sektor riil.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1776134/original/064656500_1511191072-000_DV1962250.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387491/original/064210700_1761045460-koperasi_desa_merah_putih_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1650979/original/007849000_1500289004-20170717-Kinerja-Ekspor-dan-Impor-RI-Jeblok-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490995/original/001390300_1770039523-IMG_0952.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508696/original/058250100_1771586403-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Februari_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4175414/original/003994800_1664441560-B40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495293/original/030583500_1770363852-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508406/original/074348300_1771574168-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_14.41.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507794/original/097771100_1771552674-1000240542.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170217/original/039135200_1742596938-20250322-Penukaran_Uang-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3620701/original/015647500_1635851587-4ae1e24d-f7e6-4264-bf6c-5e066941f103.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337093/original/010245400_1609328702-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4651321/original/012713000_1700126036-CPO_atau_Sawit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/804918/original/013227900_1422934136-Ilustrasi-Pajak-150203-2-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507808/original/091827400_1771554025-WhatsApp_Image_2026-02-20_at_08.25.35.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3952844/original/012688300_1646434409-Cabai_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408446/original/054909700_1762780494-71c2aa72-026f-4891-89a0-df5854c76daa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401396/original/030520700_1762166532-b0c89ad6-57fa-444a-bae3-8f293ca3c51f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1676457/original/010595500_1502453066-20170811-indonesia-property-expo-AY4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346012/original/090224300_1757577407-buah_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3648590/original/013335800_1638268938-20211130-Listrik-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2961002/original/082496400_1573113383-20191107-Pembelian-Sukuk-Tabungan-Seri-ST-006-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5196554/original/086520400_1745413930-20250423-Perkotaan-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404529/original/079478900_1762409036-IMG_2770.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3546286/original/004546200_1629449459-Warren_Buffet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4881567/original/061423100_1719967228-fotor-ai-2024070373734.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2853423/original/042414500_1563172222-logo_polri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156442/original/088611200_1663062671-Emas6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219631/original/022997400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5369149/original/065496000_1759453553-WhatsApp_Image_2025-10-03_at_08.03.58.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)