Dahana Perdana Kirim 18.000 Ton Bahan Baku Peledak ke Australia

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - PT Dahana perdana mengirimkan bahan baku peledak atau bom ke Australia. Total ada 180.000 bahan baku peledak yang dikirimkan BUMN Anggota Holding BUMN Industri Pertahanan.

Dahana mengirimkan sebanyak 18.000 ton Amonium Nitrat (AN) ke Australia. Amonium Nitrat ini merupakan salah satu komponen utama dalam pembuatan bahan peledak yang biasa digunakan pada sektor pertambangan.

"Untuk pertama kalinya PT Dahana secara resmi menembus pasar Australia dengan produk Amonium Nitrat," ujar Direktur Utama Dahana, Hary Irmawan dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).

Hary menjelaskan, Australia dipilih sebagai negara tujuan karena memiliki sektor pertambangan yang sangat maju dan membutuhkan pasokan Amonium Nitrat dalam jumlah besar sebagai bahan baku utama peledakan.

Bahan baku yang dikirim Dahana biasa digunakan pada tambang terbuka (open pit) maupun bawah tanah (underground mining). Kegiatan pelepasan ekspor dilaksanakan di Dermaga Terminal Khusus Pelabuhan Tursina, Bontang, Sabtu, 18 April 2026, pekan lalu.

"Ekspor ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan dari sisi bisnis, tetapi juga menjadi simbol pengakuan atas kemampuan industri nasional dalam memenuhi standar global,” tegasnya.

Kirim 250 ton Paket Peledak

Selain itu, Dahana juga mengirimkan 250 ton produk bahan peledak jenis cartridged emulsion ke Australia. Ini merupakan pengiriman ke-delapan yang dilakukan Dahana ke mitra strategisnya, Johnex Explosives.

"Ekspor Amonium Nitrat kali ini juga melengkapi ekspor Product Package Emulsion sebanyak 250.000 kg, yang merupakan produk bahan peledak yang telah lebih dahulu diterima di pasar internasional dan juga dilaksanakan kegiatan ekspornya pada bulan April 2026,” ujar Direktur Operasi Abdul Haris Atbaro.

Produk cartridged emulsion yang diekspor merupakan bahan peledak berkualitas tinggi yang dirancang khusus untuk kegiatan underground mining. Kualitas produk yang unggul menjadi alasan utama Johnex explosives secara konsisten mempercayakan kebutuhannya kepada PT Dahana.

Dahana Punya Bom Pintar

Sebelumnya, PT Dahana, perusahaan yang bergerak di bidang bahan berenergi tinggi, terus berinovasi mendukung pengembangan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Indonesia. Dalam menyambut tahun 2025, DAHANA fokus pada pembangunan pabrik propelan, pengembangan smart bomb, dan roket berpemandu (guided rocket).

Direktur Utama PT DAHANA, Syaifuddin, menjelaskan bahwa pembangunan industri propelan di kawasan Energetic Material Center DAHANA, Subang, Jawa Barat, menjadi prioritas strategis.

"Propelan adalah material strategis yang merupakan komponen utama untuk Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB), dan roket. Kehadiran industri ini adalah langkah penting untuk mencapai kemandirian industri pertahanan nasional," kata Syaifuddin, Jumat (6/12/2024).

Pabrik Propelan: Upaya Mandiri Industri Pertahanan

Pemerintah memberikan dukungan penuh untuk pembangunan pabrik propelan ini. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kemandirian sistem Alutsista nasional, tetapi juga memperkuat daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat regional.Selain itu, PT DAHANA juga tengah mengembangkan produk canggih lain, termasuk smart bomb, untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DAHANA, Suhendra Yusuf RPN, menyampaikan kebanggaannya terhadap keberhasilan produk andalan DAHANA, yaitu Bom P-100L, yang digunakan jet tempur dalam latihan Fire Power Demo TNI AU di Air Weapon Range, Lumajang, Jawa Timur (3/12/2024).

"Bom P-100L menunjukkan hasil yang memuaskan dalam latihan Angkasa Yudha 2024. Dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 86,32%, produk ini membuktikan efisiensinya berkat kolaborasi dengan PT Sari Bahari," ujar Suhendra.

Bom P-100L memiliki spesifikasi unggulan:

  • Panjang: 1.100 mm.Diameter: 273 mm.
  • Berat: 100–125 kg.
  • Isian: Bahan peledak militer dengan efisiensi tinggi.

Keunggulan lain dari bom ini adalah kemudahan perawatan dan penyimpanan di gudang. Pada latihan tersebut, 1 pesawat Sukhoi TNI AU membawa 18 Bom P-100L yang dijatuhkan dengan daya ledak presisi tinggi, menunjukkan kekuatan strategis Alutsista Indonesia.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |