Cadangan Beras Nasional Aman 11 Bulan, Siap Hadapi El Nino

9 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 4,59 juta ton per 7 April 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, ketersediaan stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 10–11 bulan ke depan.

"Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan. Jadi, insyaAllah pangan kita aman," ujar Amran dalam rapat kerja di DPR, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang di sebagian besar wilayah Indonesia.

Dengan cadangan yang memadai, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi meskipun terjadi gangguan iklim.

Antisipasi Kemarau dan El Nino Diperkuat

Pemerintah memproyeksikan musim kemarau mulai berlangsung pada April 2026, diawali dari wilayah Nusa Tenggara Timur, kemudian meluas ke berbagai daerah lain dengan puncak pada Agustus.

Untuk mengantisipasi dampaknya terhadap produksi pertanian, Kementerian Pertanian telah meminta pemerintah daerah melakukan berbagai langkah strategis.

Upaya tersebut antara lain pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan masa tanam, optimalisasi pengelolaan air irigasi, serta rehabilitasi embung dan sumur.

Selain itu, pemerintah juga menyiagakan berbagai alat dan mesin pertanian guna mendukung produktivitas di tengah ancaman cuaca ekstrem.

"Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, handsprayer, transplanter, dan lain-lain," jelas Amran.

Bulog Pastikan Stok Aman dan Kapasitas Gudang Cukup

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa peningkatan stok beras tidak lepas dari penyerapan gabah dan beras domestik yang dilakukan secara intensif.

Per 5 April 2026, Bulog telah menyerap sekitar 1,6 juta ton beras dan setara beras, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang periode Januari hingga awal April.

Rizal juga memastikan kapasitas gudang masih mencukupi. Saat ini, Bulog tengah menyewa gudang tambahan berkapasitas 762 ribu ton serta membangun gudang baru dengan kapasitas 250 ribu ton.

“Kesimpulannya, buffer stock Bulog dinyatakan dalam keadaan aman dan berlimpah. Kemudian yang kedua, Bulog siap menghadapi perkembangan dinamika global dan potensi perubahan iklim dengan menerapkan strategi dan langkah-langkah antisipasi,” jelas Rizal.

Dengan kondisi ini, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga beras dapat terjaga di tengah tantangan global maupun perubahan iklim.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |