BUMN Bangun Rumah Sementara di Aceh Timur, Hunian Transisi untuk Korban Bencana

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Setelah pembangunan rumah sementara di Aceh Tamiang rampung, kini proyek berlanjut ke Aceh Timur sebagai bagian dari kesinambungan penanganan pascabencana.

Pembangunan rumah sementara ini ditujukan untuk memastikan warga yang terdampak dapat segera menempati hunian yang aman, layak, dan terorganisasi selama masa transisi sebelum hunian permanen tersedia. Salah satu BUMN yang kembali dipercaya dalam proyek ini adalah PT Hutama Karya (Persero).

Sebelumnya, Hutama Karya telah menyelesaikan pembangunan rumah sementara di Aceh Tamiang dengan hasil yang dinilai baik dari sisi kualitas maupun kecepatan pengerjaan. Atas dasar tersebut, perusahaan kembali dilibatkan dalam pembangunan tahap kedua di Aceh Timur.

Di wilayah ini, Hutama Karya bersama BUMN Karya lainnya membangun 45 unit rumah sementara yang tersebar di dua desa. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga yang rumahnya terdampak bencana, sekaligus memastikan distribusi hunian sementara dapat dilakukan secara merata di wilayah timur Aceh.

Dilengkapi Fasilitas Pendukung

Rinciannya, sebanyak 35 unit rumah sementara dibangun di Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, di atas lahan seluas sekitar 960 meter persegi. Sementara itu, 10 unit lainnya didirikan di Desa Seumatang, Kecamatan Julok Ulim, dengan luas lahan kurang lebih 495 meter persegi.

Seluruh unit hunian dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk menunjang kehidupan sehari-hari warga selama masa pemulihan. Fasilitas umum yang dibangun meliputi toilet, musala, dan dapur umum.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sosial secara normal, meski masih berada dalam kondisi pascabencana. Lingkungan hunian sementara juga dirancang agar tetap nyaman dan fungsional.

"Hingga pertengahan Januari 2026, progres pembangunan rumah sementara di kedua desa tersebut telah mencapai 97 persen," ungkap Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, dalam keterangannya, Jumat (16/1/2025).

Tahap Finishing dan Perapihan

Mardiansyah menjelaskan, seluruh struktur bangunan utama telah selesai dikerjakan. Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap akhir berupa finishing dan perapihan, sebelum hunian dinyatakan siap digunakan.

Selain memberikan manfaat berupa tempat tinggal sementara, proyek ini juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat. Pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga turut membuka lapangan pekerjaan selama masa pengerjaan berlangsung.

Setelah seluruh pekerjaan rampung, pemerintah daerah akan mengoordinasikan pemanfaatan rumah sementara tersebut agar dapat segera ditempati oleh warga yang membutuhkan.

Pembangunan rumah sementara oleh BUMN ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |