Bukan Menggantikan, Teknologi AI Justru Memperkuat Organisasi Bank

2 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi Artificial intelligence (AI) atau akal imitasi kini menjadi bagian dari hampir setiap aspek kehidupan, termasuk cara bank menjalankan operasional, mengambil keputusan, dan menghadirkan layanan bagi nasabah. Di balik kecanggihan teknologinya, tantangan bank dalam mengadopsi kecerdasan buatan adalah cara merancang model bisnis yang tetap relevan, bertanggung jawab, dan berfokus pada manusia.

Bahasan ini mengemuka dalam acara Indonesia HR Director Summit ke-12 di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam forum diskusi bertajuk Reinventing HR Leadership in the Age of AI and Work Transformation, para pimpinan human resources (HR) perusahaan menggaris-bawahi penerapan AI berbasis manusia (human-centric) sebagai kunci dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan tanggung jawab.

Bank Jago menjadi salah satu korporasi yang mengambil langkah strategis pemanfaatan AI. Sejalan dengan itu, penguatan kapabilitas AI internal dilakukan untuk menangani tugas-tugas rutin dan repetitif, sementara manusia tetap memegang kendali atas keputusan penting, membimbing tim, dan membangun kepercayaan dengan nasabah. Filosofi ini menegaskan bahwa teknologi seharusnya memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya.

“Kami di Bank Jago memposisikan AI sebagai ‘co-pilot’, bukan ‘autopilot’. AI bukan pengganti manusia, tetapi mitra yang memperkuat peran dan kreativitas setiap Jagoan (istilah untuk karyawan Bank Jago),” ujar Head of People & Culture Bank Jago, Pratomo Soedarsono, Senin (2/3/2026).

Sebagai bank berbasis teknologi, jelas Tommy, sapaan akrabnya, Bank Jago menjadikan AI sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya manusia, mulai dari proses rekrutmen, pengelolaan kinerja, hingga pengembangan keterampilan. AI membantu mencocokkan kompetensi kandidat secara presisi, memprediksi kebutuhan talenta digital, dan mengidentifikasi kesenjangan keterampilan. 

Dalam praktiknya, pemanfaatan AI di Bank Jago difokuskan untuk membantu karyawan bekerja lebih efektif dalam keseharian. AI digunakan untuk menyederhanakan proses, membantu menyusun informasi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Namun setiap keputusan tetap berada di tangan manusia, dengan prinsip akuntabilitas dan konteks yang jelas.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |