Bosch Tunjuk Robert Hesse sebagai Presiden Wilayah Asia Tenggara dan Oceania

2 hours ago 3
  • Siapa Presiden Bosch Asia Tenggara dan Oceania yang baru?
  • Kapan Robert Hesse mulai menjabat posisi barunya?
  • Bagaimana pertumbuhan penjualan Bosch di Asia Tenggara dan Oceania pada 2024?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Robert Hesse ditunjuk sebagai Presiden Bosch kawasan Asia Tenggara dan Oceania, sekaligus mengarahkan operasional Bosch di Singapura, efektif sejak Januari 2026. 

Bosch, pemasok teknologi dan layanan global terkemuka, telah menunjuk Robert Hesse sebagai Presiden Bosch untuk Asia Tenggara dan Oceania, sekaligus Managing Director Bosch di Singapura, efektif sejak 1 Januari 2026.

Dalam peran ini, Hesse akan mendorong strategi korporasi perusahaan, operasional, serta mengarahkan keseluruhan bisnis Bosch di kawasan Asia Tenggara dan Oceania yang dinamis. Ia menggantikan Vijay Ratnaparkhe, yang kini telah meninggalkan Bosch.

Robert Hesse membawa pengalaman selama tiga dekade di berbagai sektor, termasuk peralatan rumah tangga, sistem keamanan, dan perkakas listrik. Di Bosch, ia telah menempati berbagai posisi eksekutif di kawasan Asia Pasifik, EMEA, dan Amerika Utara.

Latar belakangnya yang luas serta pemahamannya yang mendalam terhadap bisnis Bosch menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin portofolio bisnis Bosch yang beragam di pasar Asia Tenggara dan Oceania yang terus berkembang. Penunjukan ini juga menegaskan komitmen berkelanjutan Bosch terhadap kawasan tersebut, sekaligus ambisinya untuk menangkap peluang pertumbuhan sekaligus menghadapi kompleksitas global dan regional.

“Saya merasa sangat terhormat dan antusias untuk memimpin bisnis Bosch di Asia Tenggara dan Oceania,” ujar Robert Hesse.

“Bosch pertama kali hadir di kawasan ini lebih dari 100 tahun yang lalu, dan saat ini Asia Tenggara dan Oceania memainkan peran penting dalam strategi bisnis global Bosch untuk mempercepat pertumbuhan serta menyeimbangkan portofolio regionalnya. Pada 2026 dan seterusnya, kami berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak lagi teknologi terbaru Bosch ke kawasan ini serta memperluas penawaran layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan lokal," jelas dia.

Catat Pertumbuhan Kuat

Bosch mencatatkan pertumbuhan yang menguntungkan di Asia Tenggara pada tahun 2024. Total penjualan bersih mencapai 2,35 miliar euro, termasuk penjualan dari perusahaan yang tidak dikonsolidasikan serta pengiriman internal ke perusahaan afiliasi, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 17,8%.

Penjualan terkonsolidasi kepada pihak ketiga di kawasan ini tercatat sebesar 1,15 miliar euro pada 2024. Pertumbuhan tersebut didorong oleh bisnis mobilitas dan purnajual mobilitas Bosch di Indonesia dan Malaysia, serta permintaan yang kuat terhadap peralatan rumah tangga di Vietnam.

Bosch di kawasan Oceania juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat pada tahun 2024. Total penjualan bersih mencapai 803 juta euro, termasuk penjualan dari perusahaan yang tidak dikonsolidasikan serta pengiriman internal ke perusahaan afiliasi, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,4%. Penjualan terkonsolidasi kepada pihak ketiga di Oseania tercatat sekitar 690 juta euro.

Bosch Bangun Pabrik Modular Pertama di Cikarang, Indonesia Masuk Era Emas Manufaktur

Sebelumnya, suasana penuh optimisme menyelimuti kawasan industri Deltamas, Cikarang, saat Bosch resmi memulai pembangunan fasilitas manufaktur terbarunya. Bagi perusahaan teknologi global asal Jerman itu, hari ini bukan sekadar seremoni groundbreaking biasa, tetapi menjadi penanda tonggak sejarah Bosch memilih Indonesia sebagai lokasi pabrik modular pertama di dunia.

Langkah ini mencerminkan keyakinan perusahaan terhadap potensi besar Indonesia, baik sebagai pasar, pusat produksi, maupun mitra jangka panjang dalam transformasi industri.

Bosch mulai hadir di Indonesia melalui jaringan mitra dan distributor, dengan "Trading Company van Rijn" di Surabaya sebagai mitra pertama.

Dalam kurun waktu tersebut, perusahaan terus memperkuat pijakannya di Indonesia, mulai dari pembukaan kantor perwakilan pada 2008 di Jakarta, hingga kini investasi besar melalui fasilitas modular yang mengintegrasikan beragam lini bisnis dalam satu atap.

“Dan hari ini kita kembali mencatat sebuah tonggak sejarah baru bagi BOSCH yang sekaligus menjadi konfirmasi atas komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia,” ujar President of Bosch Asia Pacific South Vijay Radnaparkhe, Rabu (19/11/2025).

Langkah Bosch hadir di momen yang tepat. Indonesia saat ini berada di persimpangan penting transformasi industri, ditopang ekonomi yang solid dengan pertumbuhan stabil sekitar 5 persen, tenaga kerja muda yang kompetitif, serta ekosistem bisnis yang semakin terbuka bagi teknologi canggih.

Pemerintah pun menyambut langkah Bosch ini sebagai sinyal bahwa Indonesia sedang memasuki era emas manufaktur, di mana investasi global bukan hanya hadir, tetapi berkembang secara berkelanjutan.

Pabrik Modular Pertama Bosch di Dunia

Fasilitas terbaru BOSCH hadir dengan mengusung konsep modular manufacturing, sebuah pendekatan manufaktur yang memungkinkan berbagai unit bisnis beroperasi di satu lokasi tetapi tetap memiliki fleksibilitas penuh.

Konsep ini dirancang oleh tim real estate global Bosch dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang menerapkannya.

"Untuk fase ekspansi berikutnya di Indonesia, kami memiliki dua fokus utama. Pertama, kami akan memperkenalkan teknologi manufaktur mutakhir yang sejalan dengan visi nasional Making Indonesia 4.0. Kedua, kami ingin meningkatkan kompetensi lokal, baik melalui pengembangan rantai pasok maupun ekosistem talenta," ujar Vijay.

Dengan model ini, setiap lini bisnis dapat berbagi sumber daya inti seperti infrastruktur, utilitas, dan teknologi industri 4.0, namun tetap mampu menyesuaikan kebutuhan produksinya masing-masing.

Hasilnya, pabrik dapat meningkatkan kapasitas dengan cepat, mempercepat waktu produksi, serta merespons permintaan pasar secara real time.

Fasilitas ini juga mengadopsi standar global Bosch yang terhubung melalui cloud internasional perusahaan, memungkinkan seluruh mesin, data, dan proses dipantau sekaligus dioptimalisasi dari mana saja. Sistem ini membuka peluang terciptanya ekosistem manufaktur yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan.

"Fasilitas baru juga akan menerapkan teknologi BOSCH berbasis standar Industri 4.0 di setiap lini produksi," tutur Vijay.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |