Berapa Harga Emas Pegadaian Hari Ini? Cek Rincian 0,5 Gram hingga 1 Kg

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas di Pegadaian har ini Selasa (17/3/2026) menunjukkan harga emas UBS dan Galeri24 turun, masing-masing menjadi di angka Rp3.015.000 dan Rp3.001.000 per gram.

Harga tersebut turun dari angka yang tertera di laman resmi Sahabat Pegadaian kemarin pagi yakni UBS Rp3.026.000 per gram dan Galeri24 Rp3.012.000 per gram.

Harga jual emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian sewaktu-waktu bisa berubah.

Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian hari ini, seperti dikutip dari Antara.

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp1.574.000
  • 1 gram: Rp3.001.000
  • ‎2 gram: Rp5.929.000
  • ‎5 gram: Rp14.714.000
  • ‎10 gram: Rp29.350.000
  • ‎25 gram: Rp72.979.000
  • ‎50 gram: Rp145.844.000
  • ‎100 gram: Rp291.543.000
  • ‎250 gram: Rp727.068.000
  • ‎500 gram: Rp1.454.134.000
  • ‎1.000 gram: Rp2.908.267.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp1.630.000
  • ‎1 gram: Rp3.015.000
  • ‎2 gram: Rp5.983.000
  • ‎5 gram: Rp14.786.000
  • 10 gram: Rp29.416.000
  • ‎25 gram: Rp73.395.000
  • ‎50 gram: Rp146.487.000
  • ‎100 gram: Rp292.860.000
  • 250 gram: Rp731.934.000
  • ‎500 gram: Rp1.462.149.000

Harga Emas Dunia Hari Ini

Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin setelah sebelumnya mengalami tekanan. Kekhawatiran bahwa inflasi akibat konflik di Timur Tengah dapat membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama menahan kenaikan harga logam mulia tersebut.

Mengutip CNBC, Selasa (17/3/2026), harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi USD 4.998,69 per ounce. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh level terendah sejak 19 Februari pada sesi perdagangan yang sama.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga turun 1,1% menjadi USD 5.004,90 per ounce.

Di sisi lain, nilai tukar dolar AS sempat melemah dari posisi tertinggi dalam 10 bulan terakhir. Kondisi tersebut sebenarnya membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain.

Namun demikian, tekanan dari potensi inflasi yang lebih tinggi dinilai lebih dominan memengaruhi pergerakan harga emas saat ini.

Dampak Lonjakan Harga Minyak

Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, mengatakan kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

“Dengan harga minyak yang lebih tinggi, inflasi juga akan meningkat. Jika inflasi naik, bank sentral tidak akan seantusias enam bulan lalu untuk menurunkan suku bunga, dan itu menjadi faktor negatif bagi harga emas,” ujar Haberkorn.

Meski begitu, ia tetap optimistis terhadap prospek emas dalam jangka panjang.

“Saya masih sangat bullish terhadap emas, melihat kondisi yang terjadi di seluruh dunia. Masih banyak dana yang menunggu di luar pasar dan siap masuk, dan saya masih memperkirakan harga emas bisa mencapai US$6.000 per ounce,” kata dia.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, ketika suku bunga tinggi, emas biasanya kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |