Bankir Bank Sentral Dunia Ramai-Ramai Membela Jerome Powell

22 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Para bankir bank sentral global merilis pernyataan pada Selasa, 13 Januari 2026 untuk membela ketua the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell. Dukungan ini diberikan setelah penyelidikan kriminal kepada ketua The Fed Jerome Powell.

"Kami sepenuhnya bersolidaritas dengan sistem Federal Reserve dan ketua-nya Jerome Powell,” ujar kepala bank sentral termasuk Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde den Gubernur Bank Sentral Inggris Andrew Bailey dikutip dari CNBC, Selasa (13/1/2026).

"Independensi bank sentral adalah landasan stabilitas harga, keuangan, dan ekonomi demi kepentingan warga negara yang kami layani. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga independensi tersebut dengan menghormati sepenuhnya supremasi hukum dan akuntabilitas demokratis,” ia menambahkan.

Dalam pernyataan itu menyebutkan, Powell telah melayani dengan integritas, fokus pada mandatnya dan komitmen yang teguh terhadap kepentingan publik.

"Bagi kami, dia adalah kolega yang dihormati dan sangat diharga oleh semua orang yang pernah bekerja dengannya,” ujar dia.

Adapun dukungan sejumlah kepala bank sentral dari kepala bank sentral Brasil, Swiss, Swedia, Denmark, Korea Selatan, Australia dan Kanada.

Pesan solidaritas kepada Powell muncul setelah kepala Fed mengeluarkan pernyataan pada Minggu malam yang mengkonfirmasi bahwa jaksa federal telah meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap renovasi senilai USD 2,5 miliar atau Rp 42,18 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.870) di kantor pusat bank sentral di Washington, D.C., dan kesaksiannya yang terkait kepada Kongres.

Hasil Penyelidikan Bakal Tentukan Masa Depan Keputusan Bank Sentral

Powell, yang telah berada di bawah tekanan terus-menerus dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan suku bunga, mengatakan penyelidikan tersebut merupakan hasil dari frustrasi presiden untuk menurunkan suku bunga secepat dan sebanyak yang diinginkannya.

"Ancaman tuntutan pidana adalah konsekuensi dari penetapan suku bunga oleh Federal Reserve berdasarkan penilaian terbaik kami tentang apa yang akan melayani publik, daripada mengikuti preferensi Presiden,” kata Powell dalam pernyataan video yang diunggah oleh akun X Fed.

Powell memperingatkan, hasil penyelidikan akan menentukan masa depan keputusan bank sentral. "Ini tentang apakah Fed akan dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan politik atau intimidasi,” kata Powell.

Bos The Fed Jerome Powell Bakal Diganti, Siapa Kandidat Terkuat?

Sebelumnya, pencarian ketua baru Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve ((The Fed) memasuki fase penting. Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan segera menunjuk sosok pengganti Jerome Powell, yang masa jabatannya sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada Mei 2026.

Tugas pemimpin baru bank sentral AS ini dipastikan tidak mudah. The Fed tengah menghadapi tekanan politik yang kuat, perbedaan pandangan internal soal arah kebijakan suku bunga tersebut.

Dikutip dari BBC, Selasa (23/12/2025), Trump secara terbuka menginginkan penurunan suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Tekanan ini memunculkan kekhawatiran bahwa ketua The Fed berikutnya akan sulit menjaga jarak dari kepentingan politik.

Setelah ditunjuk, kandidat pilihan Trump masih harus mendapatkan persetujuan Senat AS.

Lantas, Siapa Kandidat Terkuat?

Nama Kevin Hassett disebut-sebut sebagai kandidat terkuat. Ekonom konservatif berusia 63 tahun ini dikenal sebagai penasihat ekonomi utama Trump dan saat ini memimpin Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih.Hassett pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi pada periode pertama kepemimpinan Trump.

Kedekatannya dengan presiden membuat pasar memandangnya sebagai pilihan paling mungkin, meski peluangnya sempat melemah sejak Desember lalu.Namun, loyalitas Hassett terhadap Trump justru menjadi sorotan. Sejumlah analis mempertanyakan kemampuannya menjaga The Fed, terutama karena ia kerap membela kebijakan ekonomi Trump dan meremehkan data yang menunjukkan pelemahan ekonomi AS.

Kandidat Lainnya

Ekonom Deutsche Bank menilai Hassett akan menghadapi tantangan besar untuk meyakinkan pembuat kebijakan lain agar mengabaikan risiko inflasi dan memangkas suku bunga secara agresif.Menanggapi keraguan tersebut, Hassett menegaskan independensi The Fed tetap penting. Ia menyatakan penurunan suku bunga harus didasarkan pada konsensus dan data ekonomi yang kuat.

Kevin Warsh, Kritikus Keras The Fed

Kandidat kuat lainnya adalah Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve periode 2006-2011. Ekonom berusia 55 tahun ini dikenal sebagai pengkritik kebijakan The Fed, termasuk soal ketergantungan pada data dan besarnya neraca keuangan bank sentral.

Warsh sempat dipertimbangkan Trump pada periode pertama dan kembali mencuat dalam beberapa pekan terakhir. Trump bahkan menyebut “kedua Kevin itu hebat” saat ditanya soal Hassett dan Warsh.Meski memiliki reputasi hawkish atau cenderung mendukung suku bunga tinggi, Warsh kini dinilai lebih terbuka terhadap penurunan suku bunga jangka pendek.

Ia juga memiliki kedekatan personal dengan lingkaran Trump, karena ayah mertuanya adalah miliarder Ronald Lauder, sekutu lama sang presiden.

Christopher Waller, Opsi dari Internal The Fed

Nama lain yang mencuat adalah Christopher Waller, Gubernur Federal Reserve yang saat ini masih menjabat. Waller baru-baru ini bertemu langsung dengan Trump, yang meningkatkan peluangnya dalam bursa calon ketua The Fed.

Waller dinominasikan ke Dewan Gubernur Fed oleh Trump pada 2020 dan dikenal sebagai figur yang relatif independen dari Gedung Putih.

Ia juga menilai The Fed masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga.Trump menyebut Waller sebagai sosok yang “hebat” dan berpengalaman panjang di bidang kebijakan moneter. Sejumlah pelaku pasar menilai Waller sebagai pilihan dan masuk akal di tengah kekhawatiran politisasi The Fed.

Selain tiga nama tersebut, beberapa figur lain juga disebut-sebut, seperti eksekutif BlackRock Rick Rieder hingga Menteri Keuangan AS Scott Bessent.Meski keputusan akhir berada di tangan Trump, pasar keuangan global diperkirakan akan menjadi penentu utama keberhasilan ketua The Fed berikutnya.

Bagi Wall Street, kredibilitas dan independensi tetap menjadi faktor kunci, siapa pun yang akhirnya memimpin bank sentral paling berpengaruh di dunia itu.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |