Bangkit dari Musibah, UMKM Bumbu Kemasan Asal Solo Ini Tumbuh Bersama Pemberdayaan BRI

16 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Namun, dari setiap ujian kerap lahir kekuatan baru. Kisah inilah yang dialami Dewi Aminah, perempuan asal Solo yang kini dikenal sebagai pemilik Iswara Food, produsen bumbu dan tepung bumbu kemasan yang tumbuh dari perjalanan hidup penuh tantangan.

Bagi Dewi, membangun Iswara Food bukan sekadar menjalankan usaha, melainkan proses menemukan kembali jati dirinya sebagai ibu, perempuan, sekaligus pejuang keluarga. Sebelumnya, ia mengelola usaha batik di Pasar Klewer sejak awal pernikahan. Usaha tersebut menjadi penopang utama perekonomian keluarga hingga sebuah musibah besar mengubah segalanya.

"Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal mula pernikahan sampai umur anak saya ketiga. Bisnis batik itu luar biasa, cari uangnya gampang. Tapi kemudian semuanya habis terbakar saat kejadian kebakaran di Pasar Klewer," kenang Dewi, yang harus kembali memulai hidup dari nol.

Dari Musibah ke Awal Perjalanan Baru

Ujian belum berhenti di situ. Pada tahun 2000, anak ketiga Dewi lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif. Situasi tersebut mendorongnya untuk mempelajari cara menyiapkan makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan sang anak, meski sebelumnya ia tidak terbiasa memasak. Dari proses belajar itu, Dewi mulai mengenal dunia bumbu dan olahan tepung.

"Awalnya saya nggak bisa masak, sampai akhirnya saya belajar dan bisa membuat bumbu-bumbu dalam kemasan ini. Tapi, saya bikin yang beda," ujarnya, dengan mengolah tepung mokaf menjadi beragam produk, seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan.

Tumbuh Bersama BRIncubator dan Pemberdayaan Masyarakat

Perjalanan Iswara Food semakin menunjukkan perkembangan positif ketika Dewi bergabung dalam program pelatihan BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo. Kesempatan itu membuka wawasan baru dan meningkatkan kemampuan bisnisnya, terutama dalam pemasaran dan pengembangan produk.

"Alhamdulillah, saya mendapat bimbingan dari BRI melalui program BRIncubator selama 10 hari yang membuat saya lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang lebih tepat sasaran lewat media sosial, membuka toko online dari HP, meningkatkan kualitas produksi dan kemasan, hingga akhirnya pada 2024 mendapat kesempatan memperkenalkan produk lebih luas melalui BRI Expo," lanjut Dewi.

Pendampingan itu tak hanya membuat bisnisnya lebih berkembang, tetapi juga mendorong Dewi untuk berbagi manfaat kepada masyarakat sekitar. Ia memberdayakan ibu-ibu yang membutuhkan, terutama mereka yang ingin memulai usaha rumahan dari modal kecil.

"Saya juga melatih ibu anak yatim dan para istri dari warga binaan agar bisa berbisnis dengan modal kecil. Mereka dibimbing membuat produk, didampingi setiap bulan, hingga melahirkan usaha baru. Bagi yang siap, bisa menjadi produsen dengan merek sendiri, termasuk saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat—Insya Allah akan ada jalan," imbuhnya.

Dalam kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing.

BRIncubator, lanjutnya, menjadi wujud komitmen BRI dalam membantu UMKM untuk berkembang dan naik kelas melalui pelatihan terarah dan pendampingan berkelanjutan yang memungkinkan UMKM tumbuh secara bertahap namun berdaya saing. “Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar,” jelasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |