70.000 Ha Sawah Terdampak Bencana Sumatera, Produksi Beras Terganggu?

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani tidak menampik bahwa bencana Sumatera bakal turut berimbas terhadap produksi beras nasional. Lantaran adanya 70.000 ha sawah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.

Rizal mengatakan, hasil itu teridentifikasi setelah dirinya bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung kondisi persawahan di tiga wilayah tersebut.

"Memang dalam hal ini karena luasannya cukup banyak 70.000 ha, otomatis akan berdampak terhadap hasil (produksi beras) masing-masing provinsi maupun kabupaten/kota untuk diserap menjadi beras kami," ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (2/1/2025).

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) disebutnya segera berupaya memulihkan area persawahan tersebut. Rizal pun berharap agar sawah-sawah terdampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar bisa ikut menyambut panen dalam waktu dekat.

"Kami berharap ini akan segera pulih dalam waktu dekat. Karena program dari pak Mentan segera akan ditindaklanjuti. Mudah-mudahan dalam waktu 2-3 bulan bisa operasional kembali," ungkap dia.

Sebagai tindaklanjut bencana Sumatera, Kementerian Pertanian berencana untuk memberikan bantuan benih hingga alat mesin pertanian (alsintan) kepada para petani di wilayah terdampak.

Rencana Pemulihan Sawah

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkap rencana pemulihan kembali sawah yang rusak terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sudaryono mencatat, ada lebih dari 70 ribu hektare sawah yang terdampak bencana Sumatera. 15-20 ribu hektare diantaranya lenyap dan gagal panen atau puso.

"Nah yang puso itu, yang 15-20 ribu hektare itulah kemudian nanti pemerintah datang, kan itu sudah tidak bentuk sawah lagi, nanti kita ada cetak sawah, kita bikinkan sawahnya, kita kasih benihnya, kita kasih alatnya, jadi dikembalikan," ungkap Sudaryono beberapa waktu lalu.

Mulai Didata Januari 2026

Proses pendataan akan dilakukan mulai Januari 2026, bulan ini. Kemudian cetak sawah akan beriringan dengan pembersihan dan pemulihan akses jalan dan perkotaan.

Selain sektor pertanian, Sudaryono juga akan memulihkan peternakan yang terdampak. Misalnya, bisa melalui program peternakan ayam petelur Merah Putih.

"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi, ya kita akan dari sisi pertanakan kan kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana," jelasnya.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |