655 SPBU Pertamina Tetap Beroperasi di Tengah Banjir Sumatera, Tim Darurat Dikerahkan

1 day ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM dan LPG di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap berjalan meski wilayah tersebut dilanda banjir dan longsor sejak beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem yang merusak sejumlah akses utama membuat distribusi energi menghadapi tantangan besar, namun tim Pertamina telah bergerak cepat sejak awal kejadian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan seluruh tim distribusi terus menyesuaikan pola suplai dengan kondisi lapangan yang berubah sangat cepat.

“Kami memastikan masyarakat tetap dapat mengakses BBM. Meski banyak jalur yang terputus akibat banjir dan longsor, tim kami tetap bergerak mencari rute alternatif agar penyaluran tidak terhenti,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Sejumlah jalur utama tidak bisa dilalui mobil tangki karena genangan tinggi, longsor, hingga jembatan amblas. Di beberapa lokasi, penyaluran hanya bisa dilakukan menggunakan kendaraan berukuran lebih kecil.

Pertamina juga berkoordinasi intensif dengan BPBD, Pemerintah Daerah, serta aparat keamanan untuk membuka akses evakuasi dan distribusi di titik-titik kritis.

Distribusi BBM Jalur Laut Juga Terganggu

Gangguan distribusi tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga di jalur laut akibat tingginya gelombang. Meski demikian, suplai BBM dipastikan aman. Saat ini tiga kapal telah sandar dan proses pembongkaran berjalan normal, sementara empat kapal lainnya siaga di perairan sebagai floating stock.

Ketahanan stok solar dan pertalite tercatat aman hingga dua pekan ke depan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengungkapkan sebagian lembaga penyalur juga mengalami kendala operasional karena area tangki pendam dan fasilitas SPBU tergenang.

“Saat ini terdapat 655 dari 709 atau sebagian besar SPBU terus beroperasi melayani kebutuhan BBM untuk masyarakat," jelasnya.

Sementara distribusi LPG melalui SPBE dan agen masih terkendala karena tabung sulit keluar-masuk akibat kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman.

Menyesuaikan Pola Distribusi

Meski situasi cukup menantang, upaya pemulihan distribusi energi terus menunjukkan perkembangan. Beberapa jalur alternatif mulai dapat dilalui, sehingga SPBU dan agen LPG prioritas bisa menerima suplai lebih cepat. SPBE yang sebelumnya terhenti operasionalnya kini mulai melakukan pengisian terbatas seiring perbaikan akses.

Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan langkah mitigasi mulai dari pengalihan suplai (RAE) dari terminal yang lebih aman, penambahan mobil tangki, hingga monitoring ketat melalui Satgas. Distribusi bantuan Pertamina Peduli turut dilakukan di wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

“Kami memonitor situasi setiap saat dan terus menyesuaikan pola distribusi agar masyarakat tetap bisa mengakses energi dengan aman. Kami mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan berhati-hati ketika mengisi di area yang masih tergenang,” pungkas Fahrougi.

Read Entire Article
Kaltim | Portal Aceh| | |